
Pekerja Waspada! Kemenkes Ungkap Demam Berdarah Dengue Bisa Terjadi di Tempat Kerja (Foto: Freepik)
JAKARTA - Demam Berdarah Dengue (DBD) sering kali identik dengan lingkungan rumah alias permukiman padat. Padahal, akibat penularan penyakit nan disebabkan virus dengue ini juga dapat terjadi di tempat kerja. Kantor, pabrik, hingga area proyek mempunyai potensi menjadi letak berkembangnya nyamuk Aedes aegypti jika tidak dikelola dengan baik.
Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat, hingga 14 April 2026, terdapat 30.465 kasus jangkitan dengue di Indonesia dengan incidence rate (IR) sebesar 10,6 per 100.000 penduduk. Pada periode nan sama, tercatat 79 kematian dengan case fatality rate (CFR) sebesar 0,3%.
Berdasarkan pengelompokkan klinis, kasus dengue terdiri atas 10.138 kasus Demam Dengue (DD), 19.877 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), dan 450 kasus Dengue Shock Syndrome (DSS).
“Kita menyumbang 17 persen kematian akibat demam dengue secara global. Indonesia juga berada di posisi kedua nomor kematiannya secara dunia setelah Brasil,” ujar Prima Yosephine, Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dalam aktivitas SIAP Lawan Dengue di Jakarta Selatan.
Di sisi lain, sebuah studi pada pekerja kantoran di Indonesia menunjukkan tetap adanya keraguan dalam penerimaan upaya perlindungan melalui vaksinasi dengue, dengan aspek biaya sebagai salah satu pertimbangan utama.
Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan nan lebih tepat sasaran untuk meningkatkan pemahaman, kepercayaan, serta akses terhadap beragam upaya pencegahan, guna memperkuat perlindungan pekerja dan kesiapsiagaan nasional terhadap dengue.
Prima Yosephine juga menegaskan bahwa demam dengue tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada golongan usia produktif dan di lingkungan kerja. Pencegahan perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari edukasi, pengendalian vektor, hingga kerjasama lintas sektor.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·