Pedagang Blak-blakan Soal Penyebab Harga Mobil Listrik Bekas Jatuh

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa pedagang mengungkapkan nilai mobil listrik jejak mengalami kejatuhan dan selisihnya dengan mobil listrik baru cukup jauh. Salah satunya ialah Dini, pedagang mobil jejak di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara ini mengaku nilai mobil listrik jejak di tokonya, seperti BYD Seal, mencapai Rp600 juta. Padahal, nilai baru BYD Seal mencapai Rp750 juta.

"Iya, nilai bekasnya turun banget, di sini sekitar Rp600 juta, padahal pas tetap kita beli baru ya Rp750 juta," kata Dini saat ditemui CNBC Indonesia, Rabu (15/4/2026).

Ia mengungkapkan penyebab jatuhnya nilai mobil listrik jejak ialah lantaran banyak jenis baru nan jauh lebih murah dan lebih fleksibel, sehingga mempengaruhi nilai jejak untuk mobil listrik lama, apalagi bekasnya pun.

"Mungkin lantaran sekarang bermunculan mobil listrik nan lebih murah, nan lebih compact," lanjutnya.

Selain itu, adanya kekhawatiran usia baterai nan semakin berkurang di mobil listrik juga menjadi penyebab harganya jauh lebih rendah.

"Baterai sih nan paling mempengaruhi, lantaran namanya jejak ya umur baterai sudah berkurang, walaupun pemakaiannya tetap setahun," jelasnya.

Para pedagang mobil jejak mulai banyak menawarkan mobil listrik jejak di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, pada Rabu (15/4/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Foto: Para pedagang mobil jejak mulai banyak menawarkan mobil listrik jejak di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, pada Rabu (15/4/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Para pedagang mobil jejak mulai banyak menawarkan mobil listrik jejak di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, pada Rabu (15/4/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Senada dengan Dini, Feri, pedagang mobil listrik jejak juga mengatakan nilai mobil listrik jejak nan jauh lebih murah disebabkan lantaran mulai banyaknya mobil listrik baru nan lebih murah dan teknologinya semakin canggih.

"Iya, nilai mobil listrik jejak tuh jatuh banget, mungkin lantaran mulai banyak nan baru, harganya lebih murah dan jarak tempuh maksimalnya makin jauh, jadi ya ngapain orang nyari nan bekas, jika nan baru saja ada nan lebih murah," kata Feri.

Namun, dengan jatuhnya nilai mobil listrik jejak keluaran tahun lama, Ia berambisi ada beberapa pengguna nan tetap mencari, lantaran adanya rumor kenaikan nilai BBM.

"Cuma ya jika sudah jatuh harganya, ya berfaedah makin murah dong? Malah jadi bagus dong harganya lebih murah, apalagi sekarang orang-orang mulai melirik mobil listrik lantaran BBM ada berita mau naik harganya," jelasnya.

Berikut deretan nilai mobil listrik bekas:

  • BYD M6 2025 seharga Rp320 juta-Rp325 juta
  • BYD Seal 2025 seharga Rp600 juta
  • Hyundai Ioniq 5 2025 seharga Rp420 juta
  • Hyundai Kona Electric 2024 seharga Rp395 juta
  • Denza D9 2025 seharga Rp810 juta

(chd/wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News