PBB Kecam Kekerasan dan Penggunaan Peluru Tajam di Tepi Barat

Sedang Trending 14 menit yang lalu
PBB Kecam Kekerasan dan Penggunaan Peluru Tajam di Tepi Barat Ilustrasi: Pemukiman Israel nan sedang dibangun di Tepi Barat.(AFP)

BADAN kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyuarakan kekhawatiran mendalam atas maraknya kekerasan mematikan oleh pemukim Israel di Tepi Barat, serta penggunaan peluru tajam oleh pasukan Israel dalam operasi penegakan norma terhadap penduduk Palestina, Jumat (21/8/2026).

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan dua penduduk Palestina tewas pada Jumat dalam dua kejadian terpisah nan melibatkan pasukan Israel.

"Dalam sebuah serangan oleh pemukim Israel di sebuah organisasi Palestina di wilayah Hebron, seorang pemuda Palestina tewas tertembak, satu orang lainnya terluka parah, sebuah rumah dibakar, dan sejumlah rumah lainnya mengalami kerusakan," tulis pernyataan OCHA.

Militer Israel nan berada di letak kejadian menyatakan penembakan terjadi usai tindakan pelemparan batu oleh penduduk Palestina nan menyebabkan sejumlah penduduk Israel terluka. Petugas pertahanan sipil Palestina telah dikerahkan ke letak untuk memadamkan api nan membakar kediaman warga.

Sementara pada kejadian kedua, OCHA mencatat pasukan Israel menembak meninggal seorang laki-laki Palestina di kediamannya di Jenin.

22 Warga Palestina Tewas

OCHA memaparkan, sepanjang periode 1 Januari hingga Senin (17/8/2026), sebanyak 22 penduduk Palestina di Tepi Barat tewas dalam beragam tindakan serangan. Dari total tersebut, 12 orang tewas akibat serangan pemukim Israel, tujuh orang tewas oleh pasukan Israel, dan tiga orang tewas dalam kejadian nan belum dipastikan pelakunya.

Data akumulatif tersebut ditegaskan belum mencakup penambahan korban jiwa maupun luka-luka pada kejadian Jumat.

"Warga Palestina di seluruh wilayah pendudukan Palestina kudu dilindungi sebagaimana diwajibkan oleh norma internasional, dan para pelaku pelanggaran kudu dimintai pertanggungjawaban," tegas OCHA seraya mengingatkan penggunaan kekuatan mematikan dalam penegakan norma semestinya menjadi langkah terakhir. (Ant/Xinhua/P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia