PBB Desak Israel dan Hizbullah Hentikan Pertempuran di Libanon

Sedang Trending 1 jam yang lalu
PBB Desak Israel dan Hizbullah Hentikan Pertempuran di Libanon Anggota pasukan keamanan dan penduduk sekitar berkumpul di dekat sebuah gedung nan rusak parah setelah serangan udara Israel di distrik Dahieh di Beirut, Lebanon pada 14 Juni 2026.(Anadolu Agency/Houssam Shbaro )

SEKRETARIS Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, kembali mengeluarkan seruan keras untuk penghentian segera bentrok bersenjata antara Israel dan Hizbullah di wilayah Libanon. Seruan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional dan adanya laporan mengenai kesepakatan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.

Melalui ahli bicara PBB, Stephane Dujarric, pada Senin (15/6), Guterres menegaskan bahwa prioritas absolut saat ini adalah mengakhiri kontak senjata nan telah melumpuhkan stabilitas di area tersebut.

"Pesannya adalah untuk menghentikan pertempuran," tegas Dujarric saat menyampaikan posisi resmi Sekjen PBB mengenai situasi terkini di Libanon.

Kedaulatan Libanon dan Persenjataan

PBB secara spesifik menyoroti pentingnya penguatan otoritas negara Libanon. Dujarric menekankan bahwa perdamaian jangka panjang hanya dapat tercapai jika pemerintah Libanon mempunyai kendali penuh atas seluruh wilayah dan persenjataan di negaranya.

"Untuk memungkinkan pemerintah Libanon memegang kendali utama atas persenjataan dan otoritas di seluruh wilayahnya, serta agar Israel menghormati integritas teritorial dan kedaulatan Libanon," tambahnya.

Catatan Kemanusiaan: PBB menyoroti nasib ratusan ribu penduduk sipil di kedua sisi perbatasan. Warga Libanon di wilayah selatan dan penduduk Israel di wilayah utara terpaksa meninggalkan rumah mereka dan sekarang menanti kepastian untuk dapat kembali memulai pembangunan.

Peran Aktor Regional

Terkait rumor kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran nan beredar, PBB menyatakan belum menerima arsip resmi alias meninjau teks kesepakatan tersebut. Namun, Guterres mendorong negara-negara besar dan kekuatan regional di Teluk untuk mengambil langkah konkret guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

Sekjen PBB meyakini bahwa stabilitas di Timur Tengah sangat berjuntai pada kemauan politik semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi demi menjaga perdamaian kawasan.

Situasi di perbatasan tetap tegang, sementara organisasi internasional terus memantau apakah seruan PBB ini bakal direspons dengan langkah de-eskalasi nyata oleh pihak-pihak nan bertikai. (Anadolu/Fer/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia