Jakarta -
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan tidak mau persoalan sampah di Ibu Kota dianggap sepele dan menjadi sorotan. Dia menekankan pentingnya memperkuat pengelolaan sampah dari sumber dengan menggencarkan program bank sampah kepada masyarakat.
"Jangan sampai kelak masalah sampah ini menjadi perhatian Bapak Presiden dan juga dunia. Bahwa kita di Jakarta tidak bisa mengelola sampah dengan baik," kata Judistira dalam keterangannya usai mengunjungi TPST Bantargebang, Selasa (21/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Judistira menuturkan, ke depan arah kebijakan pengelolaan sampah bakal difokuskan dari sumbernya. Sehingga tidak berjuntai pada tempat pembuangan akhir.
"Kita sepakat semua tinggal instrumen-instrumennya perlu kita perjelas melalui pansus dan bisa kita aplikasikan segera. Mulai dari menggiatkan nan namanya bank sampah," ujarnya.
Selain bank sampah, dia juga menyinggung metode lain nan dapat dilakukan untuk mengurai volume sampah. Mulai dari pengolahan kompos dan pemanfaatan maggot.
"Kemudian ada juga komposit kemudian ada juga maggot, nah sisanya boleh di TPST, RDF, maupun di Bantargebang. Ini semuanya kudu terdistribusi dengan baik dan bisa diaplikasikan sampai dengan 2030," jelasnya.
Ia menambahkan, hasil pembahasan pansus bakal menjadi dasar kebijakan anggaran ke depan.
"Karena kita sejenak lagi bakal membahas nan namanya RAPBD 2027 dan juga perubahan 2026, sehingga apa nan kita rumuskan dalam pansus ini bakal kita laporkan kepada Bapak Gubernur," imbuhnya.
Sebelumnya, interogator lingkungan hidup Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, sebagai tersangka longsornya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Peristiwa itu menewaskan tujuh orang.
(dek/dek)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·