, BOGOR, –
PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo mengambil langkah strategis dalam menyiapkan talenta muda untuk menghadapi dinamika industri sawit global nan semakin kompleks. Pembekalan ini menjadi bagian dari antisipasi perusahaan terhadap perubahan nilai komoditas, tuntutan keberlanjutan, hingga kebutuhan peningkatan efisiensi operasional.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia merupakan aspek krusial untuk menjaga daya saing dan memastikan keberlanjutan keahlian perusahaan. Hal ini disampaikannya saat memberikan pembekalan dalam aktivitas Next Gen Leaders Camp 2026 di Bogor.
"Dari sisi untung terhadap aset, kita nomor dua di dunia. Ini posisi kita hari ini. Bicara kelestarian dan keberlanjutan, ranking kita juga nomor dua di dunia. Tapi kemudian kita berpikir, jika sudah begitu mau apa lagi? Itu belum cukup, its far from enough," ujar Jatmiko dalam keterangan resmi nan diterima di Jakarta, Jumat.
Jangan Cepat Berpuas Diri
Menurut Jatmiko, capaian positif nan telah diraih perusahaan tidak boleh membikin insan PalmCo berpuas diri. Sebaliknya, perusahaan justru perlu mempercepat proses kaderisasi untuk melahirkan generasi penerus nan bisa menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan upaya di masa depan.
Ia menjelaskan bahwa tantangan industri sawit ke depan bakal semakin besar. Hal ini dipicu oleh perubahan nilai komoditas, meningkatnya tuntutan pasar dunia terhadap tata kelola lingkungan, serta kebutuhan untuk terus meningkatkan efisiensi operasional. Oleh lantaran itu, perseroan mendorong penerapan perbaikan berkepanjangan nan ditopang oleh penemuan di seluruh lini, termasuk pengembangan kapabilitas sumber daya manusia.
Tekanan Membentuk Karakter Pemimpin
Dalam sesi pembekalan tersebut, Jatmiko mengingatkan para talenta muda mengenai pentingnya membangun daya tahan dalam menghadapi tekanan pekerjaan. Ia menganalogikan tekanan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan kepemimpinan nan tangguh.
"Untuk berubah, seringkali nan paling mudah adalah dengan tekanan. Tidak ada peralatan bagus nan lahir tanpa tekanan. Contohnya tembaga dan berlian, tekanannya lebih besar mana? Berlian nan ukurannya mini bisa sangat mahal lantaran dia dibentuk oleh tekanan ribuan derajat dan bar," ujarnya memberikan motivasi.
Lebih lanjut, Jatmiko mendorong para peserta untuk berani mengambil keputusan dan mengeksekusi strategi upaya dengan tetap menerapkan manajemen akibat serta prinsip kehati-hatian. Ia menekankan bahwa penemuan bukan berfaedah bertindak nekat, melainkan mengambil akibat nan telah diperhitungkan alias calculated risk.
"Apakah penemuan itu berfaedah nekat? Tidak. Itu namanya calculated risk, akibat nan sudah diperhitungkan. Jadi jika kita mau melompat, selama kita dengan hati bersih untuk rakyat, kita lompat. Tapi kudu dihitung, melompat jangan sampai jatuh, tidak boleh sembarangan," tegas Jatmiko.
Jadi Motor Penggerak Sawit Nasional
Jatmiko menambahkan bahwa keahlian positif perusahaan saat ini turut meningkatkan ekspektasi para pemangku kepentingan. Perusahaan sekarang tidak hanya dituntut untuk menghasilkan keuntungan, tetapi juga menjalankan tanggung jawab strategis dalam mendukung perekonomian nasional.
"Keberhasilan kita hari ini bukan berfaedah membikin kita diapresiasi untuk kemudian dibiarkan hidup tenang. Tidak. Justru kita sekarang dianggap dan diharapkan bisa menjadi motor penggerak dari sawit nasional," ucapnya.
Program Next Gen Leaders Camp 2026 nan berjalan pada 16–18 Juli 2026 ini merupakan bagian dari penyiapan estafet kepemimpinan perusahaan. Kegiatan ini diikuti oleh talenta muda pilihan dari seluruh regional perseroan sebagai upaya memperkuat kapabilitas calon pemimpin dalam menghadapi tantangan industri ke depan.
Sebagai informasi, PTPN IV PalmCo sebelumnya membukukan untung bersih sebesar Rp7,08 triliun pada tahun kitab 2025. Angka tersebut meningkat 90,3 persen dibandingkan untung bersih tahun sebelumnya nan sebesar Rp3,72 triliun. Peningkatan keahlian ini ditopang oleh kenaikan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), efisiensi operasional, serta penguatan esensial upaya di tengah tantangan ekonomi dunia dan volatilitas pasar.
Perseroan menyatakan bakal terus memperkuat efisiensi operasional, manajemen risiko, dan pengembangan sumber daya manusia guna menjaga keberlanjutan keahlian sekaligus meningkatkan daya saing industri sawit nasional.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·