Jakarta, CNN Indonesia --
Pakar Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai upaya perlindungan satwa di tengah ancaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla) perlu diperkuat dengan keberadaan izin terkait.
Menurut Trubus, perhatian Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka terhadap kondisi satwa melalui kunjungannya ke pusat rehabilitasi orangutan di Kalimantan Tengah (Kalteng) dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan pemerintah dalam penanganan lingkungan dan perlindungan satwa.
"Intinya, Wapres kudu bisa mengeluarkan kebijakan. Habis blusukan satwa, buat kebijakan force majeure kita kudu apa, SOP kudu tegas, peraturan teknis ada, siapa nan tanggung jawab siapa nan melakukan penanganan," ujar Guru Besar Sosiologi Hukum Fakultas Hukum Universitas Trisakti itu mengutip Antara, Senin (14/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trubus berambisi perhatian Wapres tersebut dapat menghasilkan kejelasan mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP), patokan teknis, serta pembagian tanggung jawab antar-lembaga dalam penanganan satwa saat terjadi bencana.
Lebih lanjut dia menyampaikan patokan mengenai satwa dalam kondisi normal telah tersedia. Namun, lanjutnya, perlindungan satwa dalam situasi musibah perlu diperkuat agar terdapat kepastian mengenai langkah nan kudu dilakukan oleh pemerintah dan lembaga terkait.
"Kita berambisi Gibran bisa ambil satu langkah lebih lanjut terhadap penanganan nan lebih komprehensif soal lingkungan dan satwa," kata Trubus.
Trubus juga berpandangan karhutla nan terjadi nyaris setiap tahun memerlukan patokan nan jelas dan tegas agar sistem perlindungan satwa tidak baru dibicarakan setelah krisis terjadi.
Ia mengatakan pemerintah pusat perlu mengambil peran langsung. termasuk memastikan sistem pengamanan dan pemindahan satwa menuju letak nan lebih aman.
Dia berambisi perhatian Wapres Gibran terhadap kondisi satwa tidak berakhir pada momentum kunjungan, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi penguatan izin perlindungan satwa, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat akibat karhutla.
Sebelumnya Wapres Gibran Rakabuming Raka telah memastikan kebutuhan perawatan orangutan nan terdampak asap karhutla terpenuhi saat mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Palangka Raya, Kalteng.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peninjauan Wapres terhadap penanganan karhutla di Kalteng, termasuk dampaknya terhadap satwa dan habitat.
"Penanganan karhutla kudu menyeluruh. Manusia kudu terlindungi, tetapi satwa dan habitatnya juga tidak boleh kita abaikan. Saya mau memastikan kebutuhan perawatan di sini betul-betul terpenuhi," kata Wapres.
Menurut Trubus, patokan mengenai satwa dalam kondisi normal memang telah tersedia. Namun penanganan dalam situasi musibah tetap perlu diperkuat agar terdapat kepastian mengenai langkah nan kudu dilakukan oleh pemerintah dan lembaga terkait.
Karena itu dia berambisi perhatian Wapres Gibran terhadap kondisi satwa tidak berakhir pada momentum kunjungan, tetapi menjadi pintu masuk bagi penguatan izin perlindungan satwa, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat akibat karhutla.
(antara/dal)
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·