IHSG Hari Ini 14 September 2026 Melemah ke 6.533, Pasar Tunggu Kebijakan The Fed

Sedang Trending 57 menit yang lalu
IHSG Hari Ini 14 September 2026 Melemah ke 6.533, Pasar Tunggu Kebijakan The Fed Pengunjung memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta(. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/hma)

INDEKS Harga Saham Gabungan alias IHSG hari ini 14 September 2026 dibuka melemah. Pergerakan ini sejalan dengan sikap wait and see para pelaku pasar nan menantikan arah kebijakan suku kembang referensi bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, pada pertemuan pekan ini.

IHSG dibuka terkoreksi 7,51 poin alias 0,11 persen ke posisi 6.533,87. Senada, golongan 45 saham unggulan alias Indeks LQ45 juga turun 0,74 poin alias 0,11 persen ke level 648,98.

Analisis Teknikal dan Sentimen Global

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menjelaskan bahwa jika IHSG kandas memperkuat di level 6.530, potensi koreksi dapat bersambung menuju 6.425 dengan support berikutnya di 6.377. Namun, jika bisa rebound menembus 6.592, indeks berkesempatan menguji level 6.723 hingga 6.859.

Fokus utama pasar dunia tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15-16 September 2026. The Fed diprediksi bakal meningkatkan suku kembang menyusul info inflasi headline AS nan mencapai 3,4 persen pada Agustus 2026. Selain itu, Consumer Sentiment Index University of Michigan turun ke nomor 47,8 pada September, mencerminkan kekhawatiran terhadap biaya hidup dan nilai bensin.

Indikator Pasar Posisi/Level Perubahan
IHSG 6.533,87 -0,11%
Indeks LQ45 648,98 -0,11%
Inflasi Headline AS (Agustus) 3,4% -
PMI Manufaktur RI (Agustus) 49,0 Kontraksi

Tantangan Domestik dan Risiko Geopolitik

Dari dalam negeri, sentimen negatif datang dari realisasi penerimaan pajak nan baru mencapai Rp1.409,1 triliun hingga Agustus 2026, alias 59,8 persen dari sasaran APBN. Terdapat potensi shortfall sebesar Rp80–140 triliun nan dikhawatirkan dapat menekan arus kas bumi usaha.

Kondisi makroekonomi kuartal III-2026 juga menunjukkan tren pesimistis. Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) merosot ke level 28 dari sebelumnya 37. Hal ini diperparah dengan aktivitas manufaktur Indonesia nan masuk area kontraksi (PMI di level 49) serta akibat kenaikan BI-Rate untuk menjaga stabilitas Rupiah di tengah ancaman inflasi daya dan pangan akibat El Nino.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik AS-Iran di Teluk Persia mulai sedikit mereda seiring rencana pertemuan di Oman mengenai rumor Selat Hormuz, nan membantu menahan reli tajam nilai minyak dunia.

Pergerakan Bursa Regional

Kondisi bursa Asia pagi ini terpantau bervariasi:

  • Indeks Nikkei (Jepang): Melemah 0,85% ke 63.465,00
  • Indeks Kospi (Korsel): Melemah 2,21% ke 6.757,46
  • Indeks Hang Seng (Hong Kong): Melemah 0,35% ke 24.719,00
  • Indeks Shanghai (Tiongkok): Menguat 0,05% ke 3.886,25
  • Indeks Straits Times (Singapura): Menguat 0,29% ke 5.522,98

(Ant/H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia