Rohman Wibowo
, Jurnalis-Selasa, 10 Februari 2026 |16:19 WIB

Danantara Indonesia menanggapi koreksi outlook dari lembaga pemeringkat internasional Moody’s terhadap sejumlah BUMN, (Foto: Okezone.com/Freepik))
JAKARTA — Danantara Indonesia menanggapi koreksi outlook dari lembaga pemeringkat internasional Moody’s terhadap sejumlah BUMN, nan sebelumnya stabil menjadi negatif. Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menekankan bahwa kunci untuk memulihkan sentimen terletak pada sinergi komunikasi nan terintegrasi antara Danantara dan kementerian teknis.
Sejalan dengan itu, Pandu menegaskan bahwa keselarasan komunikasi bermaksud untuk meningkatkan kepercayaan lembaga pemeringkat.
“Poin Moody’s adalah soal komunikasi dan arahan. Mereka perlu kepastian. Itu tugas kami, dan saya rasa semua unsur nan berkomunikasi ke luar kudu satu suara,” ujar Pandu di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Pandu menjelaskan bahwa tindak lanjut terhadap catatan nan diberikan Moody’s tidak semata-mata dikerjakan secara internal oleh Danantara. Tahapan tersebut juga melibatkan koordinasi erat berbareng Kementerian Keuangan serta sejumlah lembaga mengenai lain guna memastikan profil akibat negara tetap terjaga.
Ia menilai, sinyal dari lembaga pemeringkat dunia ini justru menjadi momentum positif agar otoritas di Indonesia bisa menyampaikan narasi nan selaras mengenai arah strategi ekonomi nasional.
Di sisi lain, keputusan Moody’s untuk merevisi prospek beberapa BUMN dipandang sebagai ujian awal bagi Danantara Indonesia dalam menunjukkan efektivitas tata kelola serta sinkronisasi kebijakan nasional nan dijalankan.
Tercatat, sedikitnya ada tujuh entitas upaya nan terkena dampak, dengan lima di antaranya merupakan perusahaan milik negara, ialah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Pertamina (Persero), PT Energi (PHE), dan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) alias MIND ID.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·