Optimalisasi Perjanjian Dagang Bebas, BUMN Kesehatan Perluas Pasar

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Optimalisasi Perjanjian Dagang Bebas, BUMN Kesehatan Perluas Pasar (MI/HO)

DOMINASI Bio Farma di pasar internasional tercermin dari total ekspor kumulatif nan menembus nomor Rp10 triliun pada periode 2021-2025. Produk vaksin buatan dalam negeri ini telah digunakan di lebih dari 150 negara nan tersebar di Asia, Afrika, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika.

Sejak memulai ekspansi internasional pada 1997, Bio Farma mengekspor lebih dari 90 miliar dosis vaksin. Dengan kapabilitas produksi mencapai 3,1 miliar dosis per tahun dan 20 produk nan mengantongi prakualifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), BUMN kesehatan itu kini berdiri sebagai salah satu produsen vaksin terkemuka dunia.

Direktur Komersial Bio Farma, Fitri Puspadewi, menyatakan bahwa optimasi pemanfaatan Free Trade Agreement (FTA) menjadi strategi kunci perusahaan untuk memperluas akses pasar. "Kami berupaya membuka kesempatan pasar nan lebih luas dan meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok kesehatan dunia," ujar Fitri.

Karena itu, perusahaan meraih penghargaan Primaniyarta 2026 untuk kategori Eksportir Pemanfaat Free Trade Agreement (FTA). Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, Tangerang, pada Rabu (14/10).

Capaian ini menandai penghargaan Primaniyarta ke-12 nan diraih Bio Farma sejak 2010. Menurut Fitri, penghargaan ini menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus memperkuat daya saing produk di pasar internasional. 

Bio-TCV dan Bio-RV

Selain konsentrasi pada pasar ekspor, Bio Farma terus memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui penguasaan teknologi terbaru. Dua produk  ang menjadi sorotan adalah:

  • Bio-TCV: Vaksin tifoid konjugat nan dikembangkan melalui transfer teknologi dan riset mendalam untuk memastikan kesiapan vaksin berbobot dengan nilai kompetitif.
  • Bio-RV: Vaksin rotavirus neonatal hasil kerjasama dengan Murdoch Children’s Research Institute (MCRI). Produk ini telah memperoleh Nomor Izin Edar dari BPOM pada 2 September 2026 dan bermaksud mengurangi ketergantungan pada produk impor.

Dalam pembukaan TEI ke-41, Menteri Perdagangan Budi Santoso menetapkan sasaran nilai transaksi perdagangan sebesar US$17,5 miliar. Ia mengapresiasi peran eksportir seperti Bio Farma nan secara konsisten membawa produk nasional ke panggung dunia. (Ant/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑