Olahraga 90 Menit Sehari Berikan Perlindungan Jantung Optimal

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Olahraga 90 Menit Sehari Berikan Perlindungan Jantung Optimal Ilustrasi.(Magnific)

STUDI terbaru mengungkapkan bahwa berolahraga selama 90 menit setiap hari dapat memberikan faedah kesehatan jantung nan optimal. Temuan ini melampaui rekomendasi kesehatan masyarakat nan bertindak saat ini.

Selama ini, orang dewasa disarankan untuk melakukan aktivitas bentuk intensitas sedang hingga berat setidaknya 150 menit per minggu namalain setara dengan dua separuh jam lari, bersepeda, alias jalan cepat. Namun, para peneliti mengeklaim bahwa berolahraga sekitar 10 jam seminggu dapat mengurangi akibat masalah jantung hingga 30 persen.

Analisis Data UK Biobank

Para mahir menganalisis info dari lebih dari 17.000 orang dewasa paruh baya di Inggris nan berperan-serta dalam studi UK Biobank. Peneliti dari Macao Polytechnic University mempelajari kebugaran kardiorespirasi peserta menggunakan tes siklus VO2 max dan info pencari kebugaran selama satu minggu.

Kelompok orang dewasa dengan usia rata-rata 57 tahun tersebut kemudian dipantau selama rata-rata delapan tahun. Selama periode ini, tercatat 1.233 kejadian kardiovaskular, termasuk serangan jantung, pemeriksaan debar jantung tidak teratur, kandas jantung, dan stroke.

Hasil penelitian nan diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine menyimpulkan:

  • Memenuhi pedoman saat ini (150 menit/minggu) dikaitkan dengan penurunan akibat masalah jantung sebesar 8-9 persen.
  • Melakukan aktivitas bentuk sedang hingga berat selama 560-610 menit seminggu (sekitar 90 menit sehari) dapat menurunkan akibat kejadian jantung hingga 30 persen alias lebih.

Catatan Peneliti: "Pedoman aktivitas bentuk saat ini memberikan margin keamanan nan universal tetapi moderat, sedangkan perlindungan kardiovaskular nan optimal mungkin memerlukan volume aktivitas nan jauh lebih tinggi."

Kontroversi Pesan Kesehatan Masyarakat

Meskipun temuan ini menunjukkan faedah medis nan signifikan, sejumlah master melontarkan kritik mengenai implementasinya secara luas. Prof Aiden Doherty dari University of Oxford menilai bahwa menyarankan masyarakat untuk berolahraga lebih dari satu jam 20 menit setiap hari bukanlah pesan kesehatan masyarakat nan masuk akal.

"Masyarakat kudu tetap menargetkan setidaknya 150 menit aktivitas bentuk intensitas sedang hingga berat per minggu; lebih banyak lebih baik; setiap aktivitas sangat berarti," ujar Doherty.

Data dari Health Survey for England tahun 2024 menunjukkan tantangan besar dalam aktivitas fisik, lantaran 27 persen orang dewasa dikategorikan tidak aktif. Sementara itu, survei tahun 2021 menunjukkan hanya 70 persen laki-laki dan 59 persen wanita nan sukses memenuhi sasaran 150 menit per minggu.

Olahraga Ringan Tetap Bermanfaat

Bagi mereka nan susah meluangkan waktu lama, penelitian lain nan diterbitkan pada tahun 2025 memberikan berita baik. Studi tersebut menemukan bahwa wanita nan mencapai 4.000 langkah per hari hanya dalam satu alias dua hari seminggu tetap mempunyai akibat kematian 26 persen lebih rendah dibandingkan mereka nan tidak aktif sama sekali.

Para peneliti menekankan bahwa bagi perseorangan dengan tingkat kebugaran rendah, mereka mungkin perlu bekerja lebih keras daripada mereka nan sudah aktif secara bentuk untuk mencapai faedah kesehatan nan sama. (Telegraph/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia