Makassar, CNN Indonesia --
Dinas Pendidikan memanggil Kepala SMP Negeri 2 Bonggakaradeng Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan nan diduga melakukan diskriminasi terhadap tujuh siswi Muslim dengan melarang mengenakan jilbab di area sekolah.
"Iya, kami telah memanggil kepala sekolahnya," kata Kepala Dinas Pendidikan Tana Toraja, Andarias Lebang kepada CNNIndonesia.com, Kamis (30/7).
Terkait ancaman hukuman nan bakal diberikan, kata Andarias, pihaknya tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai perkataan pelarangan mengenakan jilbab di area sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara ini, kita tetap melakukan rapat pemeriksaan dulu ya," ujarnya.
Persoalan itu memicu protes dari orang tua dari ketujuh siswi. Para orang tua mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan kepada kepala sekolah. Sekolah tersebut diketahui kebanyakan dihuni siswa nonmuslim.
Kepala SMP Negeri 2 Bonggakaradeng, Naomi, membantah telah melarang siswi mengenakan jilbab. Ia mengaku ucapan nan dipersoalkan tersebut hanya merupakan candaan.
"Saya tidak melarang, saya hanya bercanda," kata Naomi saat dikonfirmasi, Rabu (29/7).
Naomi mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua siswi. Ia juga mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada MUI dan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja.
"Saya sudah minta maaf dan tidak bakal mengulanginya lagi. Saya juga sudah ketemu orang tua siswa di sekolah," ujarnya.
Terpisah, Wakil Bupati Tana Toraja, Erianto Laso Paundanan, mengecam dugaan pelarangan penggunaan jilbab tersebut dan telah memanggil kepala sekolah untuk meminta klarifikasi.
"Saya telah memanggil kepala sekolah untuk meminta klarifikasi. Seharusnya kepala sekolah memahami patokan dan tidak mengambil kebijakan nan berpotensi menimbulkan polemik," kata Erianto kepada wartawan.
Erianto juga meminta kepala sekolah segera melaporkan persoalan itu kepada Bupati Tana Toraja. Dalam penjelasan nan diterimanya, kepala sekolah tetap bersikeras tidak pernah melarang siswi Muslim memakai jilbab.
"Jadi saya sudah tanya, dia bilang 'saya tidak larang' tapi itu kata dia ya," ujarnya.
Meski demikian, Erianto menilai ucapan kepala sekolah tersebut tidak tepat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
"Memang ada omongannya salah. Dia bilang jika pakai jilbab biasanya di sekolah-sekolah Muslim," katanya.
[Gambas:Youtube]
(mir/isn)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·