Nilai Transaksi OLEIN Melonjak 338% Tembus Rp 3,83 T

Sedang Trending 19 jam yang lalu

Jakarta -

Produk turunan kelapa sawit, OLEIN diminati cukup tinggi dalam perdagangan bursa komoditas Jakarta Futures Exchange (JFX). Volume transaksi OLEIN melonjak 267,75% di pekan ketiga Mei menjadi 37.437 lot dengan nilai transaksi tumbuh 338,73% menjadi Rp 3,83 triliun.

Secara kumulatif sepanjang periode 26 April hingga 23 Mei 2026, volume transaksi OLEIN mencapai 70.246 lot dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,48 triliun. Pertumbuhan tersebut menjadikan OLEIN sebagai salah satu komoditas dengan aktivitas perdagangan paling menonjol di JFX.

Direktur Utama JFX, Yazid Kanca Surya, mengatakan peningkatan aktivitas transaksi menunjukkan besarnya perhatian pelaku pasar terhadap komoditas nan mempunyai keterkaitan erat dengan aktivitas industri dan perdagangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasar minyak nabati merupakan salah satu pasar komoditas nan sangat bergerak lantaran dipengaruhi banyak aspek sekaligus, mulai dari perkembangan produksi di negara-negara produsen utama, perubahan permintaan industri, hingga pergerakan nilai komoditas substitusi seperti soybean oil. Kondisi tersebut membikin pelaku pasar semakin aktif memanfaatkan perdagangan berjangka untuk memperoleh referensi nilai dan mengelola akibat usaha," ujar Yazid dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).

OLEIN menjadi bahan baku nan digunakan beragam sektor industri, seperti makanan dan minuman, produk konsumen, hingga kebutuhan manufaktur. Karakteristik ini nan mendorong nilai bergerak seusai kondisi produksi di negara produsen, konsumsi global, biaya logistik, dan kebutuhan industri pengolahan.

Indonesia mempunyai posisi krusial dalam rantai pasok minyak nabati global. Karenanya, perubahan kondisi pasar internasional tercermin dalam aktivitas perdagangan komoditas berbasis sawit.

Kondisi ini membikin pelaku pasar memerlukan akses terhadap info nilai nan transparan dan sarana nan dapat digunakan untuk mengelola akibat akibat perubahan nilai di pasar. Menurut Yazid, peningkatan aktivitas perdagangan OLEIN menunjukkan kegunaan perdagangan berjangka semakin relevan.

"Fungsi utama bursa bukan hanya menyediakan tempat transaksi, tetapi juga mendukung proses pembentukan nilai nan transparan melalui sistem pasar. Dalam perdagangan komoditas, transparansi nilai menjadi krusial lantaran digunakan sebagai salah satu referensi dalam pengambilan keputusan bisnis, baik oleh produsen, pelaku perdagangan, maupun industri pengguna," katanya.

Yazid menjelaskan, perkembangan transaksi OLEIN juga mencerminkan semakin besarnya minat pasar terhadap komoditas di sektor riil. Berbeda dengan instrumen nan lebih banyak dipengaruhi sentimen keuangan, pergerakan komoditas seperti OLEIN umumnya dipengaruhi oleh aspek esensial nan berangkaian dengan produksi, distribusi, dan konsumsi.

"Peningkatan aktivitas pada OLEIN menunjukkan bahwa komoditas domestik strategis tetap mempunyai peran krusial dalam perdagangan berjangka. Ketika kebutuhan industri dan perdagangan meningkat, kebutuhan terhadap sistem pembentukan nilai nan transparan juga ikut meningkat. Bursa mempunyai peran untuk menjembatani kebutuhan tersebut melalui sistem perdagangan nan teratur dan terbuka," terangnya.

Sepanjang perdagangan Mei, JFX mencatat transaksi pada instrumen Penyalur Amanat Luar Negeri (PALN) telah menjadi kontributor terbesar dalam aktivitas perdagangan perusahaan sepanjang periode 26 April hingga 23 Mei 2026.

Selama periode tersebut, volume transaksi PALN mencapai 5,02 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp 229,35 triliun. Hal ini menunjukkan komoditas menjadi salah satu instrumen untuk pengelolaan akibat hingga investasi digital.

Selain itu, volume transaksi pada komoditas emas digital mencapai 33.797 transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp 87,45 miliar. Sementara pada segmen perdagangan bilateral, volume transaksi tercatat mencapai 576.567 lot dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,78 triliun.

(ahi/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance