Ultimatum Prabowo: MBG Tak Boleh Jadi Sarana Memperkaya Oknum!

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menegaskan progam Makan Bergizi Gratis (MBG) ditujukan untuk membantu masyarakat nan kurang bisa dalam memenuhi kebutuhan gizinya.Baginya memberi makan bagi orang kurang bisa adalah perihal nan sakral.

Karena itu, dia mengingatkan kepada para pihak nan terlibat dalam program MBG untuk tidak memperkaya diri. Pernyataan ini dia sampaikan usai mantan Kepala dan Wakil Kepala BGN Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, ditetapkan sebagai tersangka korupsi pada program MBG.

Hal itu diungkapkan Prabowo di hadapan ribuan peserta nan terdiri atas Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, dan para mitra program dalam aktivitas 'Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition' nan diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saudara-saudara, masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum. Makan paling mudah dikorupsi. Makan paling mudah dikorupsi," tegas Prabowo dikutip Kamis (4/6/2026).

Dalam pidato tersebut juga, Prabowo mengingatkan untuk tidak mengurangi porsi MBG. Misalnya untuk menu ayam, Prabowo meminta satu ekor ayam itu tidak boleh dipotong menjadi lebih dari 14 potong.

Menurutnya, jika porsi tersebut dikurangi bakal membikin anak-anak nan menerima faedah ini kecewa. Perbuatan mengurangi porsi makanan ini juga disebutkan olehnya sebagai perbuatan dosa.

"Kalau pangkas lebih dari 14 dosa, dosa, berapa juta anak-anak Indonesia bakal kecewa? Betul? Nanti saya minta ya Menteri Pendidikan, Mendikdasmen, minta kepala-kepala sekolah, guru-guru, anak-anaknya suruh lapor, ayamnya mini alias besar. Kalau perlu secara random difoto dan ditimbang," ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga bercerita dia mendapati tetap ada menu makan telur dadar. Dia meminta olahan telur nan disajikan hanya boleh dengan olahan rebus dan ceplok.

"Kalau telur dadar, saya sudah lama jadi orang Indonesia, jika telur dadar kelak dicampur macam-macam itu. Iya kan? Tepungnya lebih banyak dari telurnya. Jadi telur kudu utuh ceplok alias rebus," kata Prabowo.

(hrp/hal)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance