Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam movie dokumenter baru nan menuding kematian massal penduduk sipil secara rutin diperhitungkan dalam penentuan sasaran serangan Israel di Gaza.
Netanyahu menyebut, movie berjudul “NAZA” itu sebagai bagian dari gelombang hasutan dunia terhadap orang Yahudi.
Film nan disutradarai wartawan Israel Yuval Abraham dan Rachel Szor tersebut memenangkan Penghargaan Juri Khusus di Festival Film Venesia pada Sabtu (13/9). Film itu juga mendapat sambutan meriah dengan standing ovation selama 25 menit saat diputar pada Kamis (10/9).
“NAZA” merupakan istilah militer Israel untuk menyebut “korban tambahan” (collateral casualties) nan diperkirakan bakal jatuh dalam sebuah serangan.
Film tersebut dibuat berasas wawancara anonim dengan sejumlah petugas intelijen dan tentara nan terlibat dalam perang di Gaza.
“Ini mengejutkan. Kita sedang memerangi hasutan antisemitisme global, dan ketika perihal itu datang dari kalangan kita sendiri, itu tidak dapat ditoleransi,” kata Netanyahu dikutip dari Reuters, Selasa (15/9).
“Dan kini, dua sutradara Israel nan menggambarkan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) sebagai penjahat perang justru mendapat tepuk tangan di pagelaran Venesia.”
Kepala Militer Israel Sebut Film sebagai Serangan
Pernyataan Netanyahu muncul setelah Kepala Militer Israel Eyal Zamir juga mengecam movie tersebut. Ia menyebut “NAZA” sebagai serangan terhadap Israel.
“Berdasarkan apa nan telah dipublikasikan sejauh ini, ini bukanlah movie nan melontarkan kritik terhadap IDF, ataupun upaya untuk mengungkap kebenaran. Film ini didasarkan pada tuduhan biadab (blood libel), distorsi realita nan disengaja, serta tuduhan tiruan nan berat terhadap tentara dan komandan IDF,” ujar Zamir.
Militer Israel menyatakan Zamir telah memerintahkan Advokat Jenderal Militer, nan mempunyai kewenangan norma terbatas di lingkungan militer, untuk mengkaji dan menindaklanjuti kemungkinan langkah norma terhadap movie tersebut dan pihak-pihak nan terlibat.
Para kreator movie belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar.
Sementara itu, Abraham memihak movie tersebut dalam pidato penerimaan penghargaan di Festival Film Venesia pada Sabtu (13/9).
“Kami meyakini bahwa penyangkalan terhadap suatu kejahatan justru melanggengkan kejahatan tersebut; itulah sebabnya sangat krusial bagi kami agar penduduk Israel menonton movie ini, lantaran negara kitalah nan melakukan kejahatan-kejahatan ini,” kata Abraham.
Lebih dari 73 Ribu Warga Palestina Tewas
Otoritas kesehatan Gaza menyatakan lebih dari 73.000 penduduk Palestina, nan sebagian besar merupakan penduduk sipil, tewas dalam kampanye militer Israel. Serangan tersebut juga menyebabkan sebagian besar wilayah Gaza hancur.
Perang Gaza bermulai setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 nan menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar penduduk sipil.
Israel menyatakan telah berupaya menghindari jatuhnya korban sipil dalam operasi militernya untuk memerangi Hamas. Israel juga menuding militan Hamas berlindung di sejumlah letak seperti rumah sakit, sekolah, dan tempat penampungan.
Hamas membantah menggunakan penduduk sipil Gaza sebagai tameng manusia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·