Ketua MPR RI, Ahmad Muzani membuka Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta pada Jumat (14/8). Salah satu perihal nan menjadi sorotannya adalah agar pembangunan ekonomi Indonesia tak diserahkan kepada pasar bebas.
Menurut Muzani, perihal itu saat ini sejatinya sudah selaras dengan kebijakan pemerintah melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
"Konstitusi kita menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai upaya berbareng berdasar asas kekeluargaan. Amanah ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh semata-mata diserahkan kepada persaingan bebas nan membikin pihak kuat semakin berkuasa dan pihak lemah semakin tersisih,” kata Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta pada Jumat (14/8).
Dia memandang kehadiran program tersebut sebagai sarana untuk menghadirkan kerakyatan ke dalam kehidupan ekonomi. Dari program tersebut, masyarakat mulai dari petani sampai pelaku upaya mikro bisa diuntungkan. Menurutnya, dengan adanya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sekarang para petani juga mempunyai posisi tawar.
“Melalui koperasi nan dikelola secara sehat dan profesional, petani dapat memperkuat posisi tawarnya, nelayan dapat memperoleh akses pasarnya, pelaku upaya mikro dapat berkembang, pengedaran kebutuhan pokok dapat diperpendek, dan nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat. Koperasi bukan sekadar badan usaha, koperasi adalah semangat untuk maju bersama,” ujarnya.
Maka dari itu, dia memandang parameter keberhasilan sistem koperasi bisa diukur melalui aktivitas ekonomi produktif, meningkatnya pendapatan personil sampai masyarakat nan menjadi semakin mandiri.
“Karena itu, keberhasilan koperasi diukur dan tumbuhnya aktivitas ekonomi produktif, meningkatnya pendapatan anggota, kuatnya tetap kelola, serta bertambahnya kemandirian masyarakat,” kata Muzani.
44 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·