MTI Desak Pemerintah Percepat Pemisahan Jalur di Lintasan Kereta Bekasi-Cikarang

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Pengamat Transportasi Universitas Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno. Foto: Facebook/Djoko Setijowarno

Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, meminta percepatan pemisahan jalur atau double-double track (DDT) antara kereta rel listrik (KRL) dan kereta api jarak jauh (KAJJ) di lintas Bekasi-Cikarang untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta.

Menurutnya, perbedaan karakter operasional antara KRL dan kereta antarkota membikin keduanya tidak ideal jika terus berbagi jalur nan sama.

“Pemisahan jalur operasional kudu menjadi prioritas. KRL dan kereta antarkota mempunyai karakter nan berbeda secara fundamental. Penyelesaian proyek Double-Double Track Jakarta-Cikarang tidak hanya krusial untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga keselamatan,” jelas Djoko kepada kumparan, Selasa (28/4).

Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Djoko menilai, tanpa pemisahan jalur, potensi gangguan hingga kecelakaan bakal tetap tinggi, terutama di lintasan dengan gelombang perjalanan nan padat seperti lintas Bekasi-Cikarang.

Saat ini, pemisahan jalur baru terwujud di sebagian lintasan, sementara di segmen Bekasi hingga Cikarang, KRL dan KAJJ tetap menggunakan jalur nan sama. Kondisi ini dinilai tetap dapat dijalankan, namun dengan akibat terhadap kapabilitas dan pengaturan operasional.

“Konsekuensi kapabilitas rel bakal berkurang dan agenda perjalanan kereta api perlu direvisi,” sebut dia.

Artinya, untuk menjaga keselamatan, PT KAI kudu mengurangi kepadatan perjalanan, nan berakibat pada keterbatasan layanan. Selain pemisahan jalur, Djoko juga meminta percepat penghapusan perlintasan sebidang di jalur padat nan berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan.

Katanya, agar penataan ruang di sekitar jalur kereta tidak terganggu oleh aktivitas masyarakat nan tidak terkontrol.

“Penataan ruang di sepanjang jalur kereta api kudu diperkuat. Aktivitas masyarakat nan tidak terkendali, akses tidak resmi, serta lemahnya penegakan tata ruang dapat menjadi sumber gangguan serius bagi operasional kereta,” ucap Djoko.

Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai berbenturan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

“Keselamatan transportasi adalah investasi jangka panjang bukan beban biaya,” sambung dia.

Sebelumnya, Kemenhub menyatakan bakal memprioritaskan pembangunan jalur DDT Bekasi–Cikarang setelah terjadi tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebut percepatan proyek tersebut menjadi bagian dari pertimbangan atas kejadian kecelakaan.

"Tentu sebagai bagian dari pertimbangan kami untuk double-double track itu ya," jelas Dudy.

Dudy melanjutkan , pengembangan DDT juga bakal terintegrasi dengan program elektrifikasi jalur hingga Cikampek guna meningkatkan kualitas layanan, khususnya KRL.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan