
MNC Finance Gelar Program Gali Cuan, Dorong Literasi Keuangan dan Kreativitas UMKM
JAKARTA - PT MNC Finance kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi imajinatif melalui program literasi finansial “Gali Cuan”.
Kali ini, MNC Finance bekerja-sama dengan Wabi Pottery Studio, studio keramik imajinatif nan berkembang di area Gading Serpong, Tangerang, untuk menghadirkan edukasi mengenai pengelolaan finansial sekaligus berbagi inspirasi mengenai perjalanan membangun dan mengembangkan upaya kreatif.
Program “Gali Cuan” merupakan bagian dari upaya MNC Finance untuk meningkatkan pemahaman pelaku upaya mengenai pentingnya pengelolaan finansial nan sehat sebagai fondasi pertumbuhan bisnis.
Melalui aktivitas ini, peserta mendapatkan wawasan praktis mengenai pengelolaan arus kas, perencanaan investasi, pengembangan usaha, hingga pemanfaatan akomodasi pembiayaan secara bijak dan produktif.
Kolaborasi dengan Wabi Pottery Studio menjadi semakin relevan lantaran perjalanan bisnisnya merepresentasikan gimana produktivitas dapat dikembangkan menjadi kesempatan upaya nan mempunyai nilai ekonomi.
Didirikan oleh Claresta, Wabi Pottery Studio berasal dari kesukaan terhadap bumi keramik dan kemudian berkembang menjadi studio komersial nan menghadirkan produk handmade pottery sekaligus kelas workshop keramik interaktif bagi masyarakat.
Selain menjual produk, Wabi Pottery Studio memberikan pengalaman kepada visitor untuk mengenal dan mengeksplorasi seni keramik melalui beragam aktivitas workshop.
“Kami memandang bahwa banyak upaya imajinatif lahir dari passion, tetapi untuk dapat memperkuat dan berkembang, passion tersebut perlu didukung dengan keahlian mengelola upaya secara baik. Melalui Gali Cuan, kami mau memberikan perspektif bahwa produktivitas dan literasi finansial bukanlah dua perihal nan terpisah. Keduanya justru kudu melangkah berbareng agar sebuah upaya dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Direktur Utama MNC Finance Gabriel Mahjudin.
Dalam sesi berbagi, peserta diajak memahami bahwa pengelolaan finansial bukan hanya berangkaian dengan pencatatan pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga gimana seorang pemilik upaya mengambil keputusan berasas kondisi finansial bisnis.
Beberapa materi nan menjadi konsentrasi dalam aktivitas ini antara lain strategi pengelolaan arus kas, perencanaan investasi usaha, pengelolaan modal kerja, serta pemanfaatan pembiayaan produktif. Bagi pelaku upaya kreatif, pengelolaan arus kas menjadi salah satu aspek krusial lantaran kebutuhan upaya dapat berubah seiring dengan tren pasar dan permintaan konsumen.
Kemampuan memisahkan finansial pribadi dan bisnis, memahami biaya operasional, mengatur modal kerja, serta menyusun perencanaan finansial dapat membantu upaya mempunyai fondasi nan lebih kuat.
“Wabi Pottery Studio sendiri berasal dari sesuatu nan sangat dekat dengan passion dan kreativitas. Dalam perjalanan membangun usaha, kami belajar bahwa membikin karya nan bagus saja belum cukup. Ada banyak aspek lain nan kudu diperhatikan, mulai dari operasional, produksi, pemasaran, hingga gimana mengelola finansial agar upaya dapat terus melangkah dan berkembang. Bagi kami, produktivitas kudu bisa diterjemahkan menjadi sesuatu nan sustainable,” ujar Claresta, Founder Wabi Pottery Studio.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·