
Bahaya skincare abal-abal. (Foto: Freepik)
MARAKNYA skincare dengan klaim glowing instan tetap menjadi daya tarik besar di masyarakat. Harga murah dan hasil sigap membikin banyak orang tergiur mencobanya, tanpa betul-betul memahami kandungan maupun akibat jangka panjang nan bisa ditimbulkan pada kulit.
Padahal, tidak ada proses memutihkan kulit secara instan nan betul-betul kondusif secara medis. Alih-alih membikin kulit sehat, penggunaan skincare abal-abal justru dapat merusak lapisan pelindung kulit dan memicu beragam masalah serius.

1. Bahaya Skincare Abal-Abal
Skincare abal-abal bisa membikin wajah menjadi berjerawat parah, iritasi, hingga hiperpigmentasi nan susah disembuhkan. Banyak pengguna skincare rawan akhirnya menghentikan penggunaannya.
Namun, apakah saat produk rawan itu berakhir digunakan, kondisi kulit bisa langsung kembali normal? Dokter Spesialis Kulit dari Rumah Sakit Columbia Asia Hospital Pulomas, dr. Zahreza Maya Sari Nasution, Sp.DVE, dalam program Morning Zone di Youtube official Okezone, pun memberikan pejelasannya.
dr. Maya menjelaskan bahwa kulit nan sudah rusak usai memakai skincare abal-abal tak bisa langsung kembali normal. Butuh perawatan dan penanganan unik untuk memulihkan kulit nan telah mengalami kerusakan akibat paparan bahan rawan dalam jangka waktu tertentu.
“Enggak mungkinlah (langsung kembali normal), enggak mungkin banget. Ya enggaklah, kudu ada treatment-treatment tertentu untuk menormalkan kulit nan sudah Anda sakiti,” ujar dr. Maya dalam program Morning Zone.
“Kadang ada beberapa perihal nan tak bisa sembuh, jika jerawat susah sembuh,” lanjutnya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·