Gaya Hidup Urban Membentuk Konsep Hunian Premium di Pusat Jakarta

Sedang Trending 51 menit yang lalu
Gaya Hidup Urban Membentuk Konsep Hunian Premium di Pusat Jakarta Dari sisi konsep, Le Parc Residences dikembangkan sebagai kediaman mewah berkonsep low-rise dan low-density. Pengembangan tersebut dirancang oleh firma arsitektur internasional WATG dan hanya terdiri atas 115 unit hunian.(Dok. Le Parc Residences)

PERUBAHAN style hidup masyarakat perkotaan turut menggeser preferensi terhadap hunian. Selain letak dan kualitas bangunan, tempat tinggal sekarang dituntut bisa mendukung beragam aktivitas penghuni, mulai dari olahraga dan relaksasi hingga rekreasi berbareng keluarga, tanpa kudu berjuntai pada akomodasi di luar kawasan.

Tren tersebut terlihat pada pengembangan hunian premium di area pusat upaya Jakarta. Konsep kediaman tidak lagi berakhir pada penyediaan ruang privat, tetapi mulai mengintegrasikan akomodasi olahraga, wellness, hiburan, serta ruang komunal untuk menciptakan lingkungan tinggal nan lebih mendukung keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat.

Salah satu kediaman nan mengusung pendekatan tersebut adalah Le Parc Residences nan berada di dalam area Thamrin Nine, Jakarta. Hunian ini menawarkan beragam akomodasi nan dirancang untuk menunjang aktivitas penunggu sekaligus memanfaatkan posisi Thamrin Nine sebagai area mixed use di pusat kota.

Untuk penunggu dengan style hidup aktif, tersedia sports hall multifungsi nan dapat digunakan untuk basket, badminton, maupun pickleball. Fasilitas olahraga tersebut dilengkapi pusat kebugaran, studio olahraga untuk aktivitas seperti yoga dan mat pilates, serta jogging track.

Kebutuhan terhadap aspek kesehatan dan pemulihan juga menjadi bagian dari akomodasi nan ditawarkan. Area wellness mencakup sauna, jacuzzi, dan cold plunge nan dapat digunakan untuk relaksasi maupun pemulihan setelah berolahraga alias menjalani aktivitas harian.

Di sisi lain, akomodasi rekreasi dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan penunggu dari beragam golongan usia. Le Parc menyediakan movie room, ruang karaoke, area biliar, arena boling, kolam renang, serta children’s pool.

Hunian tersebut juga mempunyai area mezzanine nan berfaedah sebagai ruang komunal. Area ini dapat dimanfaatkan untuk bersantai, bekerja secara fleksibel, maupun melakukan pertemuan informal dengan kolega. Kebutuhan penunggu turut didukung jasa concierge.

Terintegrasi dengan area mixed use
Selain kelengkapan akomodasi internal, aspek lain nan menjadi pertimbangan dalam kediaman perkotaan adalah kemudahan akses terhadap akomodasi pendukung di luar tempat tinggal.

Le Parc berada di dalam Thamrin Nine, sebuah area mixed use nan mengintegrasikan hunian, perkantoran, hotel, serta destinasi style hidup. Integrasi tersebut memungkinkan penunggu mengakses beragam kebutuhan dalam satu kawasan, termasuk menuju Agora Mall.

Lokasinya di pusat Jakarta juga memberikan akses terhadap sejumlah pilihan transportasi publik, antara lain MRT, LRT, Airport Rail Link, KRL Commuter Line, dan TransJakarta. Konektivitas ini menjadi salah satu aspek nan mendukung mobilitas penunggu di tengah aktivitas perkotaan nan semakin dinamis.

Bagi masyarakat nan mempunyai aktivitas tinggi di pusat Jakarta, kombinasi antara hunian, akomodasi rekreasi, wellness, serta akses transportasi dapat membantu mengurangi kebutuhan perjalanan untuk beragam aktivitas sehari-hari.

Mengedepankan privasi
Dari sisi konsep, Le Parc Residences dikembangkan sebagai kediaman mewah berkonsep low-rise dan low-density. Pengembangan tersebut dirancang oleh firma arsitektur internasional WATG dan hanya terdiri atas 115 unit hunian.

Jumlah unit nan terbatas menjadi bagian dari pendekatan pengembangan nan mengedepankan privasi dan kenyamanan penghuni. Standar kreasi dan bangunan premium juga diterapkan untuk mendukung kualitas kediaman dalam jangka panjang.

Salah satunya melalui penggunaan kaca double-glazed nan membantu meningkatkan kenyamanan akustik sekaligus menciptakan suasana kediaman nan lebih tenang di tengah lingkungan pusat kota.

Dengan memadukan akomodasi olahraga, wellness, rekreasi, ruang komunal, jasa pendukung, serta konektivitas kawasan, konsep kediaman seperti Le Parc menunjukkan perkembangan kebutuhan masyarakat urban terhadap tempat tinggal.

Hunian di pusat kota sekarang tidak hanya dipandang sebagai ruang untuk beristirahat setelah bekerja, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem kehidupan sehari-hari nan dapat mendukung kesehatan, produktivitas, rekreasi, dan hubungan sosial dalam satu lingkungan. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia