
Petarung UFC, Khamzat Chimaev kalah dari Sean Strickland di UFC 328. (Foto: Instagram/ufc)
KEKALAHAN perdana Khamzat Chimaev dalam pekerjaan profesionalnya di UFC 328 memicu perdebatan luas di kalangan fans seni bela diri campuran (MMA). Meski petarung berjuluk Borz tersebut enggan mencari pembenaran atas kekalahannya dari Sean Strickland lewat keputusan juri (split decision), sang kakak, Artur Chimaev, akhirnya buka bunyi mengenai kondisi medis mengkhawatirkan nan dialami adiknya sebelum naik ke oktagon.
Artur mengungkapkan proses pemotongan berat badan (weight cut) menuju pemisah 185 pon menjadi musibah bagi tubuh Khamzat. Hal ini dipicu oleh perubahan rencana mendadak, Khamzat sebelumnya sempat meningkatkan massa otot hingga mencapai berat 231 pon (104 kg) untuk persiapan menghadapi Jiri Prochazka di kelas nan lebih berat, sebelum akhirnya beranjak menghadapi Strickland.
1. Detik-Detik Kritis Sebelum Timbang Badan
Dua minggu sebelum pertarungan, Khamzat dikabarkan tetap mempunyai berat badan 214 pon (97 kg). Artinya, dia kudu memangkas sekira 29 pon (13 kg) dalam waktu nan sangat singkat.
Artur menjelaskan bahwa proses ini membikin sistem metabolisme Khamzat mengalami kegagalan fungsi. Kondisi tersebut sangat fatal sehingga tim medis nyaris menghentikan seluruh proses.
"Ada masalah besar saat pemotongan berat badan. Pertanyaannya adalah apakah membatalkan pertarungan alias mengambil risiko. Ketika beratnya tersisa 1,2 kg lagi, tubuhnya berakhir berfungsi... kekurangan oksigen," ungkap Artur kepada Sport RU, dikutip Kamis (14/5/2026).
Khamzat Chimaev (Foto: Instagram/@ufc)
"Kami kudu berakhir selama satu jam lantaran kesehatannya tidak memungkinkan untuk lanjut... Khamzat sendiri sempat berbicara dia tidak tahu gimana bisa berkompetisi dalam kondisi seperti itu," tambah sang kakak.
Saat hari pertarungan tiba, Khamzat dilaporkan hanya bisa mengembalikan berat badannya sekitar 5 hingga 6 kilogram saja, nan membuatnya tampil jauh di bawah performa maksimalnya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·