Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan hanya 20 provinsi alias 53% provinsi nan mempunyai kondisi fiskal nan kuat. Kondisi fiskal kuat ini ditandai dengan minimnya ketergantungan pemerintahannya terhadap biaya transfer ke wilayah (TKD) lantaran pendapatan original daerahnya (PAD) cukup besar.
Adapun, sebanyak 8 provinsi alias 21% mempunyai kekuatan fiskal sedang dan 10 provinsi alias 26% tercatat fiskalnya tetap lemah.
"(Fiskal lemah) Artinya sangat tergantung pada TKD. Itu tetap mending dari tingkat provinsi, 38 provinsi dan 8 provinsi (fiskalnya) kuat dan sedang," kata Tito dalam rapat kerja Komisi II, Senin (8/6/2026).
Menurut Tito, kondisi nan lebih berat tampak di tingkat kabupaten. Hanya ada 8 kabupaten dengan fiskal nan kuat, di mana PADnya melampaui TDK. Sementara itu, sebanyak 7 kabupaten mempunyai keahlian fiskal sedang. Tercatat, sebanyak 496 kabupaten tetap berjuntai pada TKD alias mempunyai fiskal lemah.
"Artinya nyaris mirip-mirip antara PAD-nya an TKD-nya. Sedangkan 496 kabupaten itu didominasi oleh TKD," ujar Tito.
Di level kota, Tito mengatakan sebanyak hanya 15 kota dari 93 kota seluruh Indonesia nan mempunyai fiskal kuat, sedangkan 19 kota mempunyai fiskal sedang dan sisanya 59 kota lemah.
"Dari sini bisa dilihat problem terberat ada di tingkat kabupaten.," paparnya.
(haa/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·