Ilustrasi(Dok Stockbit)
DI tengah meningkatnya jumlah penanammodal dan minat masyarakat terhadap investasi saham, keamanan menjadi aspek utama nan kudu diperhatikan sebelum memilih platform alias aplikasi investasi saham. Pasalnya, serangan siber dan ancaman di bumi digital tidak mengenal rehat serta dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Menyikapi perihal ini, aplikasi investasi terdepan di Indonesia, Stockbit, menghadirkan fitur keamanan berlapis nan membikin masyarakat dapat berinvestasi dengan tenang.
Stockbit secara konsisten meningkatkan sistem keamanan berlapis untuk menjawab kebutuhan tersebut. Stockbit telah menerapkan sistem 3 Factor Authentication (3FA), nan meliputi Face Recognition, Trusted Device, dan Freeze Account. Teknologi Face Recognition Stockbit hadirkan sebagai lapisan keamanan tambahan untuk memastikan bahwa hanya pemilik akun nan dapat mengakses dan melakukan transaksi dalam akun trading mereka. Pengguna bakal mendapatkan notifikasi andaikan terjadi sign-in secara ilegal, sama dengan pengalaman keamanan seperti saat menggunakan aplikasi Gmail alias Apple ID.
Dengan fitur Trusted Device, sistem Stockbit secara otomatis menolak setiap percobaan login dari perangkat nan tidak dikenal. Selain itu, sistem Multiple Verification memastikan setiap aktivitas krusial dalam akun melalui proses verifikasi tambahan sehingga meminimalkan akibat penyalahgunaan oleh pihak-pihak nan tidak bertanggung jawab. Sementara itu, Freeze Account adalah fitur nan memungkinkan penanammodal untuk mengunci alias membekukan akun secara sementara andaikan terdeteksi alias dicurigai adanya aktivitas nan tidak wajar.
“Sistem 3 Factor Authentication dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap akses akun pengguna melalui tiga lapisan verifikasi nan ketat. Selain itu, Stockbit juga mempunyai tim Cybersecurity nan standby 24/7,” jelas Head of PR & Corporate Communication Stockbit, William.
William menyampaikan, selain mengedepankan keamanan dalam mengakses akun investasi, Stockbit juga terus berinovasi dengan menghadirkan tools kajian dan info nan real-time di Indonesia. Hal ini memungkinkan penanammodal untuk memantau pergerakan pasar secara sigap dan mengambil keputusan berbasis info nan akurat.
“Kabar baiknya, Stockbit dirancang untuk beragam level investor, baik nan sudah berilmu maupun penanammodal pemula nan mau berinvestasi secara profesional, baik nan melakukan transaksi secara harian maupun berinvestasi untuk jangka panjang. Stockbit dirancang untuk penanammodal nan memerlukan keamanan, kecepatan, ketepatan, dan kedalaman info dalam setiap pengambilan keputusan,” tambahnya.
Baru-baru ini, Stockbit menghadirkan fitur Stockbit AI Reports. Fitur ini membantu merangkum keterbukaan info emiten menjadi poin-poin kajian nan lebih ringkas, cepat, dan tajam. Melalui AI Reports, pengguna dapat memahami info krusial dengan lebih efisien, sekaligus memperoleh insight membantu dalam mengambil keputusan investasi secara lebih sigap dan terarah.
“Kami telah melayani dan memahami apa nan dibutuhkan oleh jutaan penanammodal di Indonesia. Para penanammodal berinvestasi dengan pandai dengan tidak hanya konsentrasi pada kemudahan penggunaan aplikasi, tetapi juga memastikan adanya sistem keamanan nan kuat dan terpercaya. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada Stockbit selama ini,” ujar William.
Per akhir bulan Mei 2026, info Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan jumlah penanammodal saham di pasar modal telah menyentuh nomor 9,73 juta penanammodal dengan nyaris 80% di antaranya didominasi oleh penanammodal muda nan berumur di bawah 40 tahun. Angka ini naik cukup signifikan dibandingkan akhir tahun 2023 dengan 5,2 juta penanammodal dan akhir tahun 2024 dengan 6,3 juta investor.
“Sekali lagi, dalam menyikapi tren positif ini, Stockbit berkomitmen untuk menjadi aplikasi investasi saham nan mengedepankan keamanan, dapat diandalkan serta andal lewat fitur-fitur inovatif dan waktu eksekusi nan sigap untuk setiap transaksi,” tutup William. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·