Meutya Minta Warga Tak Sebar Konten Sensitif & Hoaks soal Tabrakan KRL di Bekasi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan hoaks alias konten sensitif mengenai kecelakaan kereta api menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Ia menekankan bahwa kondisi korban tetap memerlukan penanganan, sehingga publik diminta lebih berempati dalam menggunakan media sosial.

"Karena korban juga tetap ada nan sekarang ditangani secara medis," kata Meutya kepada wartawan di Kemkomdigi, Jakarta, Selasa (28/4).

Meutya secara tegas meminta masyarakat tidak menyebarkan secara sembarangan konten nan tak perlu.

"Jadi kita betul-betul mengimbau agar penayangan dari peristiwa-peristiwa kecelakaan kereta api nan tidak perlu itu tolong tidak disebarkan secara tidak bertanggung jawab lantaran kita kudu menghormati emosi dari para korban dan juga keluarga," ujarnya.

Menkomdigi, Meutya Hafid melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke instansi META Indonesia di area Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (4/3). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Terkait kemungkinan langkah penyensoran, pemerintah tetap melakukan pembahasan internal. Namun, dia menegaskan bahwa pendekatan utama pemerintah adalah mendorong kesadaran publik, bukan semata intervensi.

"Tapi pada semangatnya tuh kita mau masyarakat juga untuk tidak melakukan itu," ucap dia.

"Kita imbau betul bahwa tidak perlu ada intervensi unik dari Kemkomdigi, ini semuanya atas dasar kemanusiaan untuk tidak melakukan sharing nan berlebihan, tidak melakukan sharing nan misinformasi," tandas dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan