Menteri PU Ungkap Progres Pemulihan Pembangunan Pascabencana Sumatera

Sedang Trending 9 jam yang lalu
Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap progres pemulihan pembangunan pascabencana banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh. Dody mengatakan pembangunan jembatan menjadi nan paling tertinggal lantaran kudu disesuaikan dengan pelebaran sungai.

"So far sih bagus ya. nan agak tertinggal, kam gini nan agak tertinggal menurut saya pribadi, itu Aceh. Karena Aceh itu sangat besar ya. Dan kemudian, menurut saya pribadi, sangat masif. Sangat masif. nan belum tertangani dengan maksimal itu adalah jembatan. Karena rata-rata sungainya itu melebar," kata Dody Hanggodo dalam aktivitas media briefing di Kementerian PU, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).

Dody mengatakan pelebaran sungai di Sumatera dan Aceh pascabencana bisa 5-10 kali lipat. Ia mengatakan kreasi untuk pembangunan jembatan permanen di area itu kudu berubah total.

"Melebarnya juga agak kira-kira. Bisa langsung 10 kali lipat, bisa 5 kali lipat. Jadi, ya, desainnya kudu berubah total," ujarnya.

Dody mengatakan tetap banyak kayu dan batu di hulu sungai. Ia menjelaskan argumen pembangunan jembatan permanen dilakukan saat tetap masa tanggap darurat.

"Memang ada beberapa pekerjaan nan sebenarnya belum boleh dikerjakan pada masa tanggap darurat. Tapi saya merasa saya kudu wajib lakukan terlebih dahulu, lantaran memang timing. Seperti pekerjaan jembatan-jembatan permanen, khususnya di ruas-ruas jalan nasional nan menghubungkan antara provinsi," kata Dody.

"Itu kan trafiknya cukup tinggi. Sementara jalan temporal nan kita bikin itu kan pasti punya keterbatasan. Dan kita tidak bakal pernah bisa membatasi jembatan nan kita bikin itu misalnya hanya 10 ton, hanya 20 ton," tambahnya.

Dody mengatakan pembangunan nan tetap tertinggal lainnya adalah pembangunan irigasi. Ia mengatakan kudu dilakukan pengecekan apakah tetap ada lumpur di area sawah.

"Yang paling tertinggal memang itu adalah di irigasi. Kenapa tertinggal? Karena kita itu mesti ngecek apakah kemudian sawahnya itu tetap exist, tetap ada. Kalaupun sudah tertimbun lumpur, kita mesti ngecek juga apakah lumpurnya ini bisa dibersihkan dengan mudah. Ataukah nantinya lumpurnya ini area sawahnya kudu kita pindahkan," ujarnya.

Dody mengatakan, jika ada lumpur di area sawah, kudu dibuat area irigasi baru. Ia mengatakan pembangunan irigasi lebih tertinggal dibanding urusan jalan dan jembatan hingga pembersihan lumpur.

"Jadi fokusnya hari ini di Sumatera, di Aceh, terutama di Aceh adalah masalah sawah dan irigasi," ujarnya.

Dody mengatakan Kementerian PU juga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian mengenai pembangunan irigasi dan sawah. Ia mengatakan konsentrasi pemulihan lainnya adalah pembersihan lumpur di perumahan.

"Yang kedua juga saya lihat pembersihan lumpur di perumahan-perumahan, terutama nan di dalam ya, jika nan di luar sih di samping-samping jalan besar sudah aman, hanya nan di agak ke belakang itu belum maksimal," ujarnya.

Dody meminta anak buahnya untuk menjalankan program bersih-bersih lumpur perumahan dengan pola padat karya dalam rangka penanganan kemiskinan ekstrem. Ia mengatakan penduduk nan membersihkan lumpur di area perumahannya sendiri juga bakal dibayar dengan ketentuan kubikasi tertentu.

"Nah itu Kemudian saya minta teman-teman di Cipta Karya untuk menghidupkan kembali penanganan kemiskinan ekstrem nan salah satunya adalah untuk bersih-bersih lumpur. Bersih-bersih lumpur ini kelak kita menggunakan pola padat karya di mana para pemilik rumah itu sendiri bakal membersihkan lumpur di perumahannya tapi kelak kita bayar," kata Dody.

"Kita bayar untuk ada kubikasi tertentu sampai di kubikasinya kita bayar sesuai dengan rupiah nan ditetapkan berbareng dengan BPKP," imbuhnya.

Lebih lanjut, Dody mengaku bakal terbang ke Sumatera besok. Dia bakal mengecek langsung program bersih-bersih lumpur tersebut.

"Sekarang ini sudah. Besok saya bakal cek. Hari Sabtu saya rencana mau ngecek program ini di Sumatera dan Aceh," pungkasnya.

(mib/amw)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News