Mantan Asisten Jeffrey Epstein Beberkan 3 Nama Baru Pelaku Kekerasan Seksual

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Mantan Asisten Jeffrey Epstein Beberkan 3 Nama Baru Pelaku Kekerasan Seksual Sarah Kellen, mantan asisten Jeffrey Epstein, memberikan tiga nama baru jaringan pelaku kekerasan seksual kepada Komite Pengawas DPR AS. Simak kesaksiannya.(AFP)

ASISTEN lama Jeffrey Epstein, Sarah Kellen, memberikan tiga nama baru nan diduga sebagai pelaku kekerasan dalam jaringan pemangsa seksual mendiang miliarder tersebut. Informasi ini disampaikan Kellen dalam wawancara tertutup dengan Komite Pengawas DPR Amerika Serikat (AS) pada hari Kamis waktu setempat.

Ketua Komite Pengawas, James Comer, menyebut temuan ini sebagai petunjuk nan sangat menjanjikan dalam penyelidikan panel terhadap kejahatan Epstein. Meski menolak menyebut identitas ketiga orang tersebut, Comer memastikan bahwa nama-nama ini belum pernah diketahui publik sebelumnya.

"Nama-nama baru inilah nan selama ini kami tunggu-tunggu," ujar Comer. Ia juga menambahkan, "Saya merasa lebih optimistis hari ini dibandingkan waktu-waktu sebelumnya."

Korban alias Kaki Tangan?

Kellen merupakan sosok kontroversial dalam lingkaran dekat Epstein. Pada 2007, penegak norma sempat mengategorikannya sebagai salah satu kaki tangan potensial nan membantu Epstein merekrut anak-anak di bawah umur. Namun, dalam kesaksian tertutupnya, Kellen dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Sebaliknya, dia menyatakan dirinya sebagai korban pelecehan psikologis dan seksual dari sang majikan.

"Saya mau Komite ini tahu bahwa pelecehan tersebut terjadi rata-rata setiap minggu, dan terkadang disertai kekerasan," ungkap Kellen dalam catatan pembukaannya nan dibagikan kepada CNN.

Kellen membeberkan secara rinci gimana kejamnya perlakuan nan dia terima. "Pelecehan itu termasuk ketika Jeffrey memasuki bilik saya di tengah malam dan memasukkan jari-jarinya ke dalam tubuh saya, membangunkan saya dari tidur. Itu juga termasuk sebuah kejadian di Palm Beach saat dia menjebak saya di dalam ruang olahraga dengan menurunkan penutup angin besar logam, menyalakan musik dengan sangat keras agar tidak ada nan bisa mendengar, mencekik saya, dan memerkosa saya secara kasar."

Ia mengaku tidak bisa melarikan diri dari cengkeraman kekuasaan Epstein selama bertahun-tahun lantaran keterbatasan situasi. "Saya tidak punya tempat lain untuk pergi. Saya tidak punya uang, tidak punya keluarga, tidak punya pendidikan, dan merasa tidak layak mendapatkan kehidupan nan lebih baik."

Sorotan terhadap Ghislaine Maxwell dan Donald Trump

Anggota Dewan dari Fraksi Demokrat, Melanie Stansbury, sempat bertanya kepada Kellen apakah kaki tangan Epstein, Ghislaine Maxwell, layak dipindahkan ke penjara dengan keamanan lebih rendah alias menerima pemaafan presiden. Kellen menjawab tidak untuk kedua pertanyaan tersebut. Ia apalagi menyalahkan Maxwell atas sebagian kejahatan nan terjadi. "Maxwell mengubah Epstein menjadi monster seperti sekarang," kata Kellen seperti ditirukan Stansbury.

Selain itu, seorang sumber nan mengetahui jalannya sidang menyebut bahwa Kellen memang tidak pernah memandang langsung perilaku tidak layak dari Donald Trump. Namun, dia meyakini Epstein dan Trump dulunya sangat dekat lantaran foto Trump terpajang di semua properti milik Epstein.

Terkait hubungan tersebut, Comer menjelaskan kesaksian Kellen bahwa Epstein dulu sering berolahraga di Mar-a-Lago milik Trump. Namun, Trump kemudian mengusirnya lantaran Epstein "menggoda anak wanita dari salah satu personil klub alias semacamnya."

Hingga kini, Komite Pengawas DPR AS berencana untuk segera merilis transkrip komplit wawancara Kellen agar publik dapat memandang perincian penyelidikan kasus ini secara transparan. (CNN/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia