Menteri Agama resmikan Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Menteri Agama resmikan Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga Ilustrasi(MI/AGUS UTANTORO)

MENTERI Agama Nasaruddin Umar, hari Kamis meresmikan berdirinya Fakultas Kedokteran serta Prodi Pendidikan Profesi Dokter Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dikatakan, adanya Fakultas Kedokteran ini bagi UIN memberikan posisi sebagai the real university, ialah universitas nan bisa mencitra pendidikan Islam. Menurut Menteri pendidikan Islam itu bukan hanya soal kepercayaan tetapi seluruh aspek-aspek keilmuan nan lain. 
"Kehadiran fakultas kedokteran ini, nan bakal dilahirkan kelak adalah master Islami," katanya.

Menurut Nasaruddin Umar master nan Islami ini nantinya pendekatannya bukan hanya fisioterapi fisiologi saja tetapi juga masalah-masalah spiritual. Kadang-kadang, lanutnya sugesti itu bisa menyembuhkan dan UIN bakal bisa menghasilkan ahli-ahli sugesti. "Belum tentu fakultas kedokteran di perguruan tinggi lain bisa menggunakan bahasa-bahasa spiritual nan sangat dalam. Kombinasi bahasa spiritual dengan bahasa diharapkan bisa memberikan power nan sangat spesial buat para pasien," ujarnya.

Lebih lanjut Nasaruddin Umar menjelaskan perihal semacam itu sangat diharapkan, gimana pasien bisa disembuhkan bukan hanya fisiknya tetapi juga masalah kejiwaannya. "Saya membayangkan kelak alumni FK UIN mempunyai semuanya," katanya.

Ia berambisi keberadaan Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga ini ke depan bakal melahirkan gambaran baru dalam pendidikan Islam di Indonesia.
Menteri Agama membenarkan, kehadiran fakultas kedokteran ini sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan, salah satu prioritas Presiden Prabowo adalah kesehatan lahir dan batin, bentuk dan lainnya.

Hal lainnya adalah mengenai dengan stunting alias tengkes. Nasaruddin Umar mengungkapkan kondisi stunting adalah keterbatasan pertumbuhan otak sehingga bakal terganggu kecerdasannya, tulang-tulang nan rentan serta keterbatasan pertumbuhan otot.

Ia menganggap UIN adalah satu episentrum nan bisa menghadirkan, mengelaborasikan, mengintegraskan semua disiplin ilmu.
Sementara Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan menegaskan kehadiran Fakultas kedokteran di lingkungan UIN Sunan Kalijaga ini bukan sekadar menambah prodi. Namun merupakan bentuk komitmen universitas untuk mengintegrasikan pengetahuan kedokteran modern dengan nilai-nilai keislaman, dan kemanusiaan.

"Peluncuran Prodi Kedokteran dengan kekhasan preventif–promotif terhadap penyakit muskuloskeletal dan kesehatan lansia  ini menjadi momentum strategis bagi UIN Sunan Kalijaga dalam memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia nan unggul," jelasnya. 

Kehadiran Fakultas Kedokteran di lingkungan UIN Sunan Kalijaga merupakan bentuk komitmen universitas untuk mengintegrasikan pengetahuan kedokteran modern dengan nilai-nilai keislaman, dan kemanusiaan. Menurut Rektor Indonesia perlu master nan juga mempunyai kepakaan sosial. Karena itu pendidikan master di UIN Sunan Kalijaga dibangun untuk nan menguasai pengetahuan kedokteran dan etika serta nilai-nilai Islam.

Kerja keras dan kolaboeasi semua pihak

Selain meresmikan Program Studi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter, Menteri Agama membuka Forum Ekonomi Regional Jawa.
Dalam kesempatan tersebut Menteri Agama mengemukakan Sebelumnya, Menteri Agama membuka Forum Ekonomi Regional Jawa Halal Ecosystem 2026 nan diselenggarakan di di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Dalam pidato kuncinya, Menteri Agama mengemukakan sebagai negara dengan jumlah masyarakat muslim terbesar di dunia, Indonesia berpotensi besar untuk menjadi pusat pengembangan ekosistem legal internasional. Menurut Menteri potensi nan dimaksud mencakup beragam sektor nan strategis, mulai dari industri makanan dan minuman halal, busana, wisata halal, industri kreatif, finansial syariah, hingga percepatan style hidup legal berbasis digital. 

Dikatakan, pemerintah RI, terus menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan melalui beragam kebijakan nan diambil diantaranya percepatan proses sertifikasi halal, penguatan daya saing industri, pemberdayaan UMKM, hingga program peningkatan literasi ekonomi syariah bagi masyarakat.

Dikatakan, umat Islam diharapkan dapat mengonsumsi beragam perihal nan tidak hanya legal dan toyib tetapi juga mubarakah. "Ketiga dimensi ini adalah kunci bagi setiap perseorangan untuk menghasilkan daya positif nan bisa mendekatkan diri kepada Tuhan," katanya.

Ia optimistis Indonesia bisa menciptakan peradaban Islam jenis nusantara nan dapat menjadi rujukan bagi negara-negara lain. "Sudah waktunya sekarang ini Timur Tengah belajar ke Indonesia," tegasnya.
Namun tantangannya, katanya adalah kesadaran syariah di Indonesia nan tetap perlu ditingkatkan. Ia membandingkan info perilaku syariah antara Indonesia dan Malaysia.

Harus diakui, katanya etos perilaku syariah Indonesia relatif jauh lebih rendah daripada Malaysia. Ia menyebutkan, perilaku syariah Malaysia sudah mencapai 67% sedangkan Indonesia tetap 7,5%. "Salah satu perihal nan nampak, di sini tetap banyak nan menggunakan bank konvensional meski perbankan syariah sudah ada," ujarnya.

Karena itu dia berambisi  UIN Yogyakarta menciptakan perubahan drastis. Jika bukan berasal dari UIN, dari mana lagi? "Saya minta UIN Yogyakarta untuk menjadi pelopor dalam mewujudkan ekosistem halalan thayyiban dan mubarakah ini," jelasnya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia