
Mentan Amran (Foto: Okezone)
JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memerintahkan abdi negara kepolisian mengusut dan menindak tegas dugaan pungutan alias mahar dalam penyaluran support perangkat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani. Mentan Amran menegaskan, tidak boleh ada satu rupiah pun nan diminta kepada petani sebagai syarat memperoleh support pemerintah.
Perintah tersebut disampaikan Mentan Amran setelah mendengar langsung pengakuan seorang petani di Banggai, Sulawesi Tengah, nan menyebut pernah diminta tebusan hingga Rp150 juta saat mengusulkan support combine harvester.
“Pak Kapolres, tangkap! Jangan kasih ampun. Rakyat jangan dibebani. Sudah susah,” tegas Mentan Amran saat berbincang dengan petani di Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (10/9).
Mentan Amran menegaskan, tindakan tegas terhadap praktik pungutan liar dan mahar support pertanian tidak hanya bertindak di Banggai, tetapi bakal diberlakukan di seluruh Indonesia. Ia memperingatkan seluruh pihak nan terlibat dalam penyaluran support agar tidak mencoba meminta imbalan, tebusan, ataupun pungutan dalam corak apa pun kepada petani.
“Sudah usut. Dan ini tidak bertindak untuk Banggai saja. Seluruh Indonesia kelak kami cek,” ujar Mentan Amran.
Ia menegaskan bahwa support pemerintah berupa traktor, combine harvester, pompa, maupun alsintan lainnya merupakan kewenangan program nan diberikan secara cuma-cuma kepada petani sesuai ketentuan. Karena itu, tidak boleh ada pihak nan menjadikan support tersebut sebagai sumber untung pribadi.
“Ini cuma-cuma untuk rakyat. Tidak ada tebusan-tebusan. Dan ini tanggung jawab Menteri,” tegasnya.
Dugaan pungutan tersebut terungkap ketika Mentan Amran berbincang langsung dengan petani mengenai support combine harvester. Dalam percakapan tersebut, seorang petani mengaku pernah mengalami persoalan saat mengusulkan support untuk wilayah Banggai Selatan.
“Untuk pengalaman nan lampau ini, kita tidak bisa lagi buat proposal. Karena kita takut maharnya itu, Pak,” kata petani tersebut.
Ketika ditanya berapa nilai mahar nan dimaksud, petani itu menjawab, “150, Pak.”
Mentan Amran kemudian memastikan kembali nominal nan disebut petani tersebut.
“150 apa?” tanyanya.
“Juta,” jawab petani.
46 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·