Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI sekaligus Anggota Panja AI, Muhammad Husein Fadlulloh, menyoroti penguasaan info dan algoritma oleh platform digital nan dinilai telah menyentuh persoalan kedaulatan digital dan perlindungan konsumen.
Menurutnya, perkembangan platform digital dan kepintaran artifisial (AI) tidak lagi dapat dipandang semata sebagai kemajuan teknologi.
Ia menyatakan kekuatan platform juga terbentuk dari penguasaan data, algoritma, jaringan pengguna, serta keahlian mempengaruhi struktur pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Platform digital dan AI bukan lagi sekadar rumor perkembangan teknologi. Ketika suatu platform menguasai info dan mempunyai keahlian mempengaruhi struktur pasar, rumor tersebut sudah menyentuh kedaulatan digital sekaligus perlindungan konsumen," kata Husein dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9).
BKSAP DPR, kata Husein, secara konsisten membawa rumor ekonomi digital dalam pembahasan kerja sama antarparlemen, termasuk isu-isu nan berangkaian dengan World Trade Organization (WTO).
Ia mengatakan terdapat sedikitnya empat rumor nan perlu terus diperjuangkan Indonesia dalam pembahasan internasional.
Mulai dari kebijakan bea masuk dan transmisi elektronik, kedaulatan serta aliran info lintas batas, penghitungan nilai ekonomi jasa digital, serta perlindungan ekosistem digital dan daya saing UMKM.
"Jangan sampai ekonomi digital tumbuh sangat cepat, tetapi nilai tambahnya justru lebih banyak dinikmati di luar yurisdiksi kita. UMKM Indonesia kudu memperoleh akses pasar dan kesempatan nan adil, bukan hanya menjadi bagian dari rantai nilai platform global," kata Husein.
Panja AI dibentuk pada akhir tahun lalu. Melalui panja, BKSAP berambisi dapat mendorong lahirnya kerangka izin nan tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip etika, transparansi, dan perlindungan publik.
(yoa/dal)
8 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·