MenPAN-RB Harap Trade CorpU Jadi Mesin Pencetak ASN Perdagangan Unggul

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Dinamika geopolitik dan pergeseran rantai pasok dunia membikin kesempatan dan akibat perdagangan dapat berubah dengan cepat. Digitalisasi dan artificial intelligence (AI) juga mengubah langkah transaksi berlangsung, langkah pasar bekerja, hingga langkah pemerintah merumuskan kebijakan.

Pada saat nan sama, persaingan dunia dan tuntutan keberlanjutan semakin tinggi. Perubahan-perubahan tersebut tidak cukup dijawab hanya dengan izin alias teknologi. Karena itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) perdagangan kudu bisa belajar secepat perubahan, agar tetap relevan dan menjadi future-ready trade talent.

"Saya sangat mengapresiasi langkah Kementerian Perdagangan lantaran hari ini kita melaksanakan peluncuran dua bekal penting, ialah arah jangka panjang melalui Cetak Biru SDM dan mesin pembelajaran melalui Trade Corporate University. Keduanya menjadi fondasi krusial dalam menyiapkan ASN perdagangan nan unggul, adaptif, dan berkekuatan saing menuju Indonesia Emas 2045," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (MenPAN-RB) Rini Widyantini, dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut disampaikan Rini dalam sambutannya pada Peluncuran Trade Corporate University (CorpU) dan Cetak Biru SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 di Auditorium Kementerian Perdagangan RI (Kemendag), Jakarta, Rabu (2/9).

Rini menjelaskan ada tiga kapabilitas strategi nan perlu di perkuat guna membangun SDM sektor perdagangan nan berkekuatan saing global. Pertama, kebijakan dan negosiasi; Kedua, pengembangan ekspor; serta Ketiga, digital, data, dan kepemimpinan.

Menurut Rini, untuk membangun tiga kapabilitas tersebut tidak bisa hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas. Di sinilah Trade CorpU menjadi krusial sebagai ekosistem pembelajaran terintegrasi.

"Ini juga sesuai dengan petunjuk UU ASN Nomor 20 Tahun 2023 bahwa pembelajaran ASN kudu berjalan terus-menerus, terintegrasi dengan pekerjaan, mengenai dengan komponen manajemen ASN, serta terhubung dengan ASN lintas lembaga dan pihak lain," ungkap Rini.

Rini mengatakan CorpU bukan sekadar lembaga alias tempat pelatihan, tetapi ekosistem pembelajaran nan menghubungkan strategi organisasi, pengembangan kompetensi, dan keahlian ASN. Oleh lantaran itu, perubahan langkah belajar kudu diikuti juga dengan perubahan langkah mengukur keberhasilan.

"Jadi rantai dampaknya kudu utuh mulai dari Learning, Capability, Performance, Organizational Impact, hingga Public Value. Pembelajaran nan relevan meningkatkan kemampuan. Kemampuan diterapkan dalam pekerjaan," kata Rini.

"Penerapan itu memperbaiki kinerja. Kinerja nan membaik membantu organisasi mencapai sasaran strategis. Dan pada akhirnya, masyarakat serta bumi upaya merasakan manfaatnya," imbuhnya.

Selain CorpU, lanjut Rini, Kemendag hari ini juga meluncurkan Cetak Biru SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, jika dijalankan secara konsisten dan terintegrasi, Cetak Biru SDM dan Trade CorpU bakal menjadi daya ungkit nan kuat bagi transformasi SDM dan pencapaian sasaran strategis Kemendag.

"Cetak Biru memberikan arah dan Trade CorpU memperkuat kapabilitas. Dalam manajemen ASN, kedua instrumen ini juga menjadi penguat penerapan manajemen ASN nan berbasis sistem merit," jelas Rini.

Maka dari itu, Rini berpesan agar Trade CorpU tidak berakhir menjadi program pelatihan. Menurutnya ada empat perihal nan perlu dijaga berbareng ialah pertama, Trade CorpU kudu menjadi agenda pimpinan, bukan hanya agenda unit SDM.

"Kedua, pembelajaran kudu dimulai dari masalah strategis organisasi. Ketiga, pembelajaran kudu terintegrasi dengan kinerja, manajemen talenta, dan pengembangan karier," kata Rini.

"Serta keempat, keberhasilan kudu diukur dari dampaknya," sambungnya.

Sementara itu, Mendag Budi Santoso (Busan) menegaskan pengembangan SDM bukan pekerjaan tambahan. Pengembangan SDM adalah bagian dari pekerjaan utama Kemendag nan direncanakan secara strategis melalui Cetak Biru nan telah disusun oleh Badan Pengembangan SDM Perdagangan (BPSDMP) Kemendag.

"BPSDM Perdagangan Kementerian Perdagangan telah menyelesaikan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan menuju Indonesia Emas 2045. Saya memberikan apresiasi kepada BPSDM Perdagangan Kementerian Perdagangan dan seluruh pihak nan telah menyusun arsip tersebut," ungkap Busan.

Busan juga menjelaskan melalui Trade CorpU, pengembangan SDM bukan lagi sekedar pelatihan, tapi pembelajaran. Untuk itu telah diterbitkan Peraturan Mendag (Permendag) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kompetensi Melalui Sistem Pembelajaran Terintegrasi di Bidang Perdagangan sebagai landasan bagi penyelenggara Trade CorpU.

Maka dari itu, Busan berambisi BPSDMP Kemendag terus membangun sinergi dengan KemenPAN-RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Lembaga Administrasi Negara (LAN), sehingga Trade CorpU dan Cetak Biru Pengembangan SDM Kemendag dapat mendukung arah pembangunan ASN nasional, sekaligus tetap responsif terhadap kebutuhan spesifik sektor perdagangan.

"Dengan SDM nan kuat, saya percaya Kemendag bakal semakin bisa menjalankan mandatnya dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

(akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News