Menkes Soroti Ketimpangan Penghasilan Dokter RI: Ada Miliaran, Ada Ratusan Ribu

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi pendidikan dokter. Foto: create jobs 51/Shutterstock

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyoroti besarnya ketimpangan penghasilan di kalangan master dan tenaga kesehatan di Indonesia. Menurutnya, perbedaan pendapatan antara master dengan penghasilan tertinggi dan terendah saat ini sudah terlalu lebar sehingga perlu ditata.

Dalam rapat kerja berbareng Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6), Budi mengungkapkan bahwa persoalan penghasilan menjadi salah satu dari empat rumor utama nan tengah dibenahi pemerintah dalam penguatan SDM kesehatan.

"Memang terdapat ragam besaran penghasilan nan jauh, Bapak-Ibu. Jauh," tegas Budi.

Ia menggambarkan bahwa di Jakarta saja terdapat master nan memperoleh pendapatan hingga miliaran rupiah per bulan, sementara sebagian master lainnya hanya memperoleh penghasilan nan sangat rendah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

"Ada nan dapatnya sebulan miliaran, ada kita sering dengar tuh, apakah seperti tukang parkir nan ratusan ribu," ujarnya.

Menurut Budi, kesenjangan tersebut apalagi bisa mencapai ribuan kali lipat antara golongan dengan pendapatan tertinggi dan terendah.

"Ini adalah salah satu bagian di mana gap-nya tinggi sekali. Mungkin bisa ribuan kali, Pak, antara nan paling atas dan paling bawah," kata Budi.

Selain pendapatan praktik, ketimpangan juga terlihat dari besaran tunjangan nan diterima master di beragam daerah. Budi mencontohkan master ahli di Kabupaten Bone hanya menerima tunjangan Rp 3 juta, sementara master ahli di Kabupaten Mahakam Ulu memperoleh tunjangan hingga Rp 80 juta per bulan.

"Teman-teman master ahli nan sama, lulusan nan sama, lihat gini kan dia pasti bakal sedih, kan. Kok kawan saya di sana bisa dapat Rp 80 juta, saya Rp 3 juta," ujarnya.

Rapat Kerja Komisi IX DPR RI Bersama Menteri Kesehatan, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, dan Deputi Bidang SDM Aparatur KemenPAN-RB di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan.

Perbedaan serupa juga terjadi pada master gigi. Menurut info nan dipaparkan Kementerian Kesehatan, tunjangan master gigi di Indragiri hanya sekitar Rp 1 juta, sedangkan di Cianjur mencapai Rp 30 juta.

"Ada master gigi di Indragiri Riau 1 juta, di Cianjur Jawa Barat 30 juta tunjangannya," kata Budi.

Budi menilai persoalan tersebut tidak hanya berangkaian dengan rendahnya pendapatan dokter, tetapi juga pengedaran kesempatan kerja nan belum merata. Ia menyinggung tetap adanya master nan memegang izin praktik di beberapa akomodasi kesehatan sekaligus, sementara master muda kesulitan memperoleh tempat praktik.

"Penghasilannya ini memang bukan hanya masalah nan rendah, tapi gap-nya besar sekali, dan ada unsur-unsur nan mungkin di pekerjaan lain itu lebih lebih diratakan. Ini seperti ada monopoli nan tinggi itu sangat tinggi, nan rendah itu sangat rendah," tegasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan