Sleman, CNN Indonesia --
Eks Menko Polhukam, Mahfud MD meminta Presiden RI, Prabowo Subianto untuk buka-bukaan andaikan memang mengetahui dalang nan bayar ataupun mengalirkan duit untuk mengerahkan demonstrasi.
"Mestinya ya Pak Prabowo ungkapkan aja siapa sih nan dibayar, siapa nan membayar," kata Mahfud ditemui di UC UGM, Sleman, DIY, Kamis (25/6).
"Harusnya diomongin aja terang-terangan lah. Ini, BEM ini dibayar ini, ini nan bayar kan gitu," kata Mahfud.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahfud menekankan, andaikan ada tudingan demonstrasi digerakkan oleh pihak tertentu dengan hadiah uang, maka pihak nan menuduh semestinya juga menyampaikan bukti dan pihak nan dimaksud secara terbuka.
"Kayak mahasiswa kan jelas, ini salahnya di sini lho pemerintah disebut, pemerintahnya disebut, kebijakannya. Kalau hanya bilang mahasiswa dibayar, terus siapa nan mau diperbaiki di tengah kita? Kalau mahasiswa jelas kan jika kritik pemerintah nyebut kasusnya, MBG, korupsinya sekian, ini sekian, ini ini, kan disebut, ini pelakunya, kan gitu, ini institusinya," ungkapnya.
Eks Ketua MK itu pun dalam kesempatan ini turut menyayangkan soal pengakuan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) nan menerima duit Rp20 juta mengenai tindakan beberapa waktu lalu.
Menurut Mahfud, praktik semacam itu memang bukan perihal baru dalam dinamika aktivitas mahasiswa. Namun, dia menilai keterlibatan mahasiswa dalam tindakan nan didorong oleh hadiah tertentu tetap menjadi sesuatu nan patut disesalkan.
"Ya sangat menyedihkan ya jika sampai mahasiswa mau dibayar untuk itu. Meskipun di setiap waktu itu selalu ada kelompok-kelompok mini mahasiswa nan keluar dari arus utama perjuangan tuh sejak dulu ada," katanya.
Mahfud lantas mengisahkan pengalamannya semasa menjadi mahasiswa, ketika menurutnya terdapat sejumlah pihak nan menjalankan peran dobel sebagai aktivis sekaligus informan.
"Dulu banyak intel-intel tuh mahasiswa, merangkap intel, merangkap jadi aktivis. Dan baru cair lagi hubungan kami sesudah Orde Baru runtuh, lampau kita, oh Anda dulu intel, iya dulu saya intel dibayar dan sebagainya. Sekarang orang nan dibayar tuh ada buzzer kan? Kemudian ada aktivis mahasiswa seperti nan terjadi di Jakarta di UBK itu. Tapi itu arus kecil, arus mini dan mudah ketahuan juga kan," kenang Mahfud.
Meski demikian, Mahfud menilai kelompok-kelompok seperti itu tidak mewakili arus utama aktivitas mahasiswa. Karena itu, dia mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah terpecah oleh kepentingan tertentu dan tetap konsentrasi memperjuangkan aspirasi secara objektif.
"Sebaiknya mahasiswa tuh jangan mau di pecah-pecah, ada BEM tandingan, ada BEM ini BEM itu gitu. Pokoknya perjuangan aja secara objektif bahwa sekarang perlu perbaikan-perbaikan, kan gitu," katanya.
Presiden RI Prabowo Subianto mengaku mengetahui dalang nan bayar ataupun mengalirkan duit untuk mengerahkan demonstrasi.
"Hati-hati loh saya kasih peringatan mereka-mereka itu, saya tahu siapa nan bayar-bayar demo, gue tahu itu," kata Prabowo dalam pidatonya di Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026, Gorontalo, Rabu (24/6).
Meski tak menyebut siapa pihak nan dimaksud. Namun, Prabowo menyinggung ada pihak nan bayar demonstran.
"Ditanya anak-anak demo enggak ngerti 'mau demo apa ya?' 'hm hm hm'. Kami dibayar Rp200 ribu, tapi ada" kata dia.
(kum/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·