Menilik 'Menara Pisa' Jakarta yang Berusia Hampir 2 Abad

Sedang Trending 20 menit yang lalu
Menara Syahbandar Jakarta. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Di tengah area tua pesisir utara Jakarta, berdiri sebuah gedung berhistoris nan belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Namanya Menara Syahbandar, menara peninggalan era VOC nan sekarang dijuluki sebagai “Menara Pisa”-nya Jakarta, lantaran bentuknya nan tampak miring.

Bangunan nan berada di area Museum Bahari ini awalnya bukan sekadar lokasi wisata alias spot foto viral. Menara Syahbandar dulunya mempunyai kegunaan krusial sebagai menara pengawas kapal nan keluar masuk Batavia melalui Pelabuhan Sunda Kelapa.

Staf Edukator Museum Bahari, Dhita Amelia saat ditemui kumparan di Museum Bahari, Jakarta pada Rabu (13/5/2026). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Staf Edukator Museum Bahari, Dhita Amelia menjelaskan, menara tersebut dibangun di atas bastion alias ujung tembok pertahanan VOC.

“Bastion itu ujung tembok berbentuk persegi lima nan fungsinya untuk pertahanan. Lalu, dibangun menara pantau di atasnya,” ujar Dhita, saat ditemui kumparan di Museum Bahari, Jakarta, Rabu (13/5).

Dalam bahasa Belanda, menara pengawas itu disebut “Uitkijk”, nan berfaedah menara pantau. Dari titik itu, tentara VOC memantau kapal-kapal dari beragam wilayah Nusantara hingga mancanegara, nan datang ke Batavia melalui Sunda Kelapa.

Meski identik dengan kolonial Belanda, pekerja di area pelabuhan kala itu tidak hanya orang Eropa. Ada pula masyarakat pribumi nan berkedudukan sebagai syahbandar alias penguasa pelabuhan. Dari situlah nama Menara Syahbandar berasal.

Menara Syahbandar Jakarta. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Bangunan ini kemudian ditetapkan sebagai cagar budaya pada 7 Juli 1977 oleh Gubernur DKI Jakarta ke-7, Ali Sadikin.

“Menariknya serba nomor tujuh, tanggal 7 bulan 7 tahun 1977,” kata Dhita.

Selain menara utama, area ini juga tetap menyimpan gedung original lainnya, seperti Menara Tera nan dulu menjadi titik nol Kota Batavia. Kapal-kapal nan datang ke Batavia menggunakan titik tersebut untuk mengatur ulang waktu pelayaran mereka.

Belakangan, Menara Syahbandar kembali terkenal setelah banyak video di TikTok dan media sosial menyoroti corak bangunannya nan tampak miring.

Viral di Media Sosial

Menara Syahbandar, Jakarta. Foto: Budi Winarno/shutterstock

Popularitas Menara Syahbandar di media sosial membikin banyak visitor penasaran datang langsung. Salah satunya Arjuno, visitor asal Depok nan mengetahui tempat ini dari TikTok.

“Menaranya unik, lantaran peninggalan era Belanda dan arsitekturnya keren. Memang agak miring, jadi cocok juga disebut Menara Pisa-nya Jakarta,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Fiqih, visitor asal Jakarta Timur. Ia mengaku tertarik, lantaran corak bangunannya nan tidak biasa.

“Kemiringannya terlihat jelas. Bangunannya seperti menjorok ke belakang, jadi unik banget,” katanya.

Selain berpotret di bawah gedung miring, visitor juga bisa naik ke bagian atas menara untuk memandang pemandangan Pelabuhan Sunda Kelapa, nan menjadi asal mula perkembangan Kota Jakarta.

Dari atas menara, jejak sejarah Batavia tetap terlihat jelas, mulai dari pelabuhan tua, tembok kota lama, hingga area pesisir nan menjadi saksi perkembangan Jakarta selama ratusan tahun.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan