MPR Tunggu Surat Resmi SMA Pontianak Tolak Ikut Cerdas Cermat Ulang

Sedang Trending 21 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

MPR buka bunyi usai SMAN 1 Pontianak menolak ikut berperan-serta dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) 2026 nan bakal diulang kembali buntut polemik penjurian nan viral.

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mengatakan pihaknya menghormati keputusan nan diambil pihak sekolah itu. Walaupun demikian, Eddy mengaku pihaknya bakal menunggu surat resmi mengenai terlebih dulu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Eddy mengatakan pihaknya juga telah menerima Kepala dan Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak di gedung MPR, pada Kamis (14/5) kemarin.

Dalam pertemuan itu, kata dia, SMAN 1 Pontianak mengungkap mereka telah menerima hasil keputusan lomba dan mendukung SMA Sambas untuk mewakili Kalimantan Barat di berkompetisi di tingkat nasional.

"SMAN 1 telah menerima hasil sesuai dengan apa nan telah diputuskan dan mereka menjadi juara 2 dan mendukung SMA Sambas untuk bisa menjadi wakil dari Kalimantan Barat di tingkat final nasional," ujarnya kepada wartawan, Jumat (15/5).

Meski begitu, Eddy mengatakan MPR tetap menunggu surat pernyataan resmi dari SMAN 1 Pontianak agar dapat menjadi masukan dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

"Kami selaku penyelenggara dari LCC, menunggu dari SMAN 1 untuk bisa mengirimkan (surat) kepada MPR secara resmi," tuturnya.

"Sehingga kelak di MPR kita bisa rapatkan keputusan dan membikin keputusan baru agar apa nan diminta oleh teman-teman SMAN 1 itu bisa kita penuhi," imbuhnya.

Banner Microsite Haji 2026

Di satu sisi, Eddy mengaku mengapresiasi sikap nan diambil SMAN 1 Pontianak sebagai corak legowo dan kesatria. Apalagi, kata dia, dalam pertemuan di Gedung MPR itu SMAN 1 Pontianak memastikan bakal mengikuti Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR di masa selanjutnya andaikan digelar.

"Jadi artinya semangatnya tidak surut, dan ini kami sangat hargai dan inilah sesungguhnya semangat ke-Indonesiaan nan kami mau bangun melalui sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI," jelasnya.

Ihwal hukuman terhadap dua juri dalam Final tersebut, Eddy menyebut pihaknya tetap menunggu hasil pertimbangan dari Kesetjenan MPR. Ia mengatakan hasil pertimbangan itu bakal menjadi dasar bagi ketua MPR untuk mengambil tindakan nan diperlukan terhadap juri nan terlibat.

"Nanti ketua MPR bakal memutuskan berupa tindakan apa nan kiranya bakal diambil terhadap para juri tersebut. Jadi kita tetap menunggu hasil pertimbangan dan rekomendasi dari Sekjen MPR," katanya.

Sebelumnya SMAN 1 Pontianak mengatakan tidak bakal berperan-serta jika Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 diulang.

SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba nan telah ditetapkan dan mendukung SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalbar di tingkat nasional.

"SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba nan telah ditetapkan serta menyampaikan support penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada arena LCC 4 Pilar tingkat nasional," ujar Kepala SMAN 1 Pontianak Indang Maryati dalam keterangan tertulis.

Sekolah juga menegaskan sejak awal tidak pernah beriktikad membatalkan hasil perlombaan. Menurut Indang, langkah nan dilakukan semata-mata untuk meminta penjelasan mengenai proses penilaian dalam final lomba.

"SMAN 1 Pontianak tidak mempunyai maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui penjelasan terhadap poin-poin nan dipersoalkan," katanya.

(tfq/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional