Mengenal Osteoartritis Lutut: Penyebab, Dampak, dan Cara Ampuh Meredakan Nyerinya

Sedang Trending 49 menit yang lalu
 Penyebab, Dampak, dan Cara Ampuh Meredakan Nyerinya Ilustrasi(Magnific)

NYERI lutut merupakan masalah kesehatan nan umum dialami banyak orang, terutama seiring bertambahnya usia. Meskipun ketidaknyamanan persisten pada dengkul dapat disebabkan oleh beragam hal, osteoartritis menjadi salah satu penyebab nan paling sering ditemukan.

Osteoartritis lutut berkembang ketika tulang rawan nan berfaedah sebagai alas antartulang di dalam sendi mengalami pengikisan secara bertahap. Tulang rawan nan sehat memungkinkan dengkul bergerak mulus sekaligus melindungi struktur tulang. Namun, ketika lapisan pelindung ini menipis, rasa sakit dan gangguan pergerakan bakal muncul serta dapat memburuk seiring berjalannya waktu.

"Osteoartritis dapat menyebabkan nyeri dan kekakuan pada lutut, nan berpotensi berakibat negatif pada tingkat aktivitas, akibat jatuh, suasana hati, hingga kualitas hidup seseorang secara umum," ujar Dr. Abby Cheng, seorang master bedah ortopedi di Washington University School of Medicine di St. Louis nan juga berspesialisasi dalam kedokteran bentuk dan rehabilitasi (fisiatri).

Dampak dari penyakit ini rupanya tidak hanya sebatas rasa sakit pada sendi. Kesulitan bergerak dapat mengganggu produktivitas kerja dan menurunkan tingkat aktivitas bentuk harian. Kondisi kurang mobilitas ini selanjutnya berisiko meningkatkan ancaman penyakit kronis lain, seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

Data menunjukkan bahwa lebih dari 30 juta orang dewasa di Amerika Serikat menderita radang sendi ini, dengan dengkul sebagai bagian tubuh nan paling sering terdampak. Meski identik dengan lansia, sekitar separuh dari total kasus justru dialami oleh golongan usia produktif.

"Memiliki otot kaki nan lemah serta berat badan berlebih alias obesitas dapat meningkatkan akibat seseorang terkena osteoartritis lutut," kata Cheng. "Wanita, golongan lanjut usia, orang nan pernah mengalami cedera lutut, serta mereka nan mempunyai riwayat family dengan osteoartritis juga lebih berisiko mengalaminya."

Untuk mengelola nyeri dan pergerakan, perubahan style hidup sehat dapat membantu mencegah kondisi sendi memburuk.

"Makan lebih banyak tumbuhan serta mengurangi makanan olahan alias manis dapat meredakan peradangan di dalam tubuh, nan pada akhirnya mengurangi rasa sakit akibat osteoartritis di semua sendi," tutur Cheng. "Penanganan umum lainnya mencakup penguatan otot paha, penggunaan penyangga dengkul (knee brace), konsumsi obat antiinflamasi, suntikan kortison, hingga prosedur operasi penggantian dengkul jika diperlukan."

Menjaga berat badan ideal dan rutin berolahraga, termasuk berlari, juga terbukti bisa menjaga kesehatan sendi. Cheng mencatat bahwa bagi orang dengan berat badan berlebih, menurunkan berat badan sebanyak 10 pon (sekitar 4,5 kg) dapat mengurangi beban tekanan pada dengkul hingga 40 pon (sekitar 18 kg) pada setiap langkah kaki.

Meskipun aspek genetik berpengaruh, risikonya tetap dapat ditekan. "Beberapa orang berpikir bahwa jika orang tua alias kakek-nenek mereka menderita osteoartritis, mereka pasti bakal mengalaminya juga," kata Cheng. "Meskipun osteoartritis dapat diturunkan dalam keluarga, perihal itu bukan berfaedah tidak ada nan bisa dilakukan seseorang untuk sukses menurunkan risikonya." (Science Daily/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia