Meneladan Pahlawan di Hari Kemerdekaan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Opini , Jurnalis-Senin, 10 Agustus 2026 |13:38 WIB

Meneladan Pahlawan di Hari Kemerdekaan

Irjen Susilo Teguh Raharjo

Penulis: Irjen Susilo Teguh Raharjo, Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri

MENELADAN,  glorifikasi keteladanan pahlawan dalam wacana dengan aktualisasi nilai kepahlawanan dalam perilaku sosial bukan sekedar hiasan lisan

Ungkapan “Meneladani Pahlawan di Hari Kemerdekaan” merupakan frasa nan sangat lazim digunakan dalam beragam aktivitas peringatan kemerdekaan. Namun, andaikan ditinjau secara kebahasaan dan semantik, terdapat ruang untuk mempertanyakan ketepatan pilihan kata tersebut, khususnya jika maksud nan hendak disampaikan adalah mengikuti alias mengambil keteladanan dari para pahlawan.

Dalam bahasa Indonesia, akhiran “-i” mempunyai beragam kegunaan dan makna, berjuntai pada corak dasar serta konteks penggunaannya. Salah satu kegunaan nan dapat muncul adalah memberikan alias melakukan suatu tindakan terhadap objek tertentu.

Karena itu, secara intuitif, kata “meneladani” dapat dipahami sebagai melakukan tindakan memberi teladan alias menjadikan sesuatu sebagai objek tindakan. Maksud nan hendak dibangun dalam konteks peringatan Hari Kemerdekaan sesungguhnya bukanlah “memberi teladan kepada pahlawan”, melainkan menjadikan nilai, sikap, perjuangan, dan pengorbanan para pahlawan sebagai teladan bagi kehidupan kita.

Atas dasar itu, ungkapan “Meneladan Pahlawan” menjadi pilihan nan menarik dan secara maknawi lebih dekat dengan pendapat mengambil alias mengikuti keteladanan nan telah ditunjukkan oleh para pahlawan.

Kata meneladan menempatkan subjek sebagai pihak nan belajar dari keteladanan, bukan sebagai pihak nan sekadar mengulang sebuah istilah nan telah lazim digunakan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com