Mendagri Usul Dana Otsus Aceh Diperpanjang: Pemulihan Bencana Perlu 3 Tahun

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Mendagri Tito Karnavian saat rapat berbareng DPR, Senin (30/3/2026). Foto: Kemendagri RI

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengusulkan perpanjangan biaya otonomi unik (otsus) untuk Aceh. Ia menilai kebutuhan tersebut semakin mendesak lantaran pemulihan akibat musibah di wilayah itu diperkirakan menyantap waktu hingga tiga tahun, sementara biaya otsus Aceh direncanakan berhujung pada 2027.

Hal itu disampaikan Tito dalam rapat kerja berbareng Komisi II DPR RI, Senin (13/4). Ia menyebut permintaan perpanjangan otsus juga datang dari pemerintah wilayah Aceh nan menilai kondisi sosial-ekonomi tetap tertinggal.

“Memang ada dalam kunjungan-kunjungan dan juga menerima delegasi dari Aceh, selalu menyampaikan meminta agar, lantaran tingkat kemiskinan tetap tinggi di atas nasional dan Sumatera, pengangguran juga tinggi, meskipun IPM membaik tapi di bawah nasional, tetap perlu, mereka tetap memerlukan biaya otonomi khusus,” ucap Tito.

“Dan mengusul ya, mungkin memandang dari Papua, bertambah 2,25% sampai tahun 2040 ya, 41 ya? Dan kemudian mereka juga mengharapkan Otsus ini diperpanjang dan dananya, besarannya juga ya jika enggak bisa sama seperti Papua 2,25% kembali ke 2%. Itu permintaannya dari teman-teman di sana,” tambahnya.

Bencana Terjadi Berulang

Tito menilai kebutuhan perpanjangan otsus semakin relevan lantaran musibah nan terjadi berulang di sejumlah wilayah Aceh.

“Meskipun di tengah-tengah perbaikan dari beragam sekolah nan rusak, lumpur dan lain-lain, ketua kami sampaikan bahwa enggak mudah lantaran bulan lampau juga banjir lagi. nan sudah dibersihkan di Pidie Jaya banjir lagi. Di Tapanuli Tengah sudah bersih banjir lagi, kemudian mengungsi lagi,” ujarnya.

Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung kondisi pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4/2026). Foto: Dok. Satgas PRR

Ia juga menyebut kejadian longsor dan banjir kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Dan kemarin minggu lampau Aceh Tengah hujan lebat, jalan-jalan longsor lagi, jembatan juga banyak nan ada beberapa nan kemudian terseret lagi ini. Kemudian juga dua hari nan lampau di Pidie Jaya banjir lagi, Bupati-nya lapor sama saya 50 cm sampai 80 cm lumpur di sana. Padahal sudah kita lakukan perbaikan-perbaikan ya. Inilah situasi lapangan,” kata Tito.

Menurutnya, kondisi tersebut membikin proses pemulihan semakin panjang lantaran prasarana nan sudah dibuka kembali rusak.

“Jalan nan putus lagi padahal sudah dibuka. Ini sekarang sedang kerja keras semua dari TNI, Polri, kemudian Kementerian PU, BNPB semua sedang bekerja untuk melakukan normalisasi kembali,” ujarnya.

Pemulihan Diperkirakan 3 Tahun

Tito memperkirakan pemulihan penuh memerlukan waktu cukup lama mengingat skala kerusakan nan luas.

“Tapi jujur bahwa apa untuk melakukan pemulihan ini paling sigap menurut saya adalah tiga tahun. Karena jumlah jembatan nan kudu dipermanenkan, jalan-jalan nan kudu dipermanenkan nan sementara, kemudian juga akomodasi pendidikan jumlahnya lebih dari 4.000 nan terdampak,” katanya.

Ia menambahkan, pemulihan juga mencakup puluhan ribu rumah penduduk serta normalisasi puluhan sungai. Karena itu, menurutnya, perpanjangan biaya otsus dapat menjadi salah satu pendorong percepatan pemulihan.

“Nah ini mungkin sembari itu juga mungkin salah satu pendorong jika menurut kami perlu adanya biaya Otsus ini diperpanjang di Aceh dan jika memang keahlian fiskal negara memungkinkan, mungkin dikembalikan ke 2%, saran kami,” ujar Tito.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan