Mendagri Singgung Tenaga Honorer Bawaan Timses Kepala Daerah: Masuk Jam 8, Pulang Jam 10

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menyoroti banyaknya tenaga honorer “titipan” alias bawaan tim sukses kepala wilayah terpilih. 

Tito tidak mempersoalkan jika tenaga honorer nan diberdayakan adalah tenaga kompeten seperti pembimbing dan tenaga kesehatan. Namun nan terjadi, kebanyakan nan direkrut tidak berkompeten apalagi baru datang jam 8 dan pulang jam 10. 

“Kalau untuk nan tenaga administrasi, seringkali tidak kompeten, tidak mempunyai kapabilitas. nan mungkin bawaan dari pejabat-pejabat sebelumnya, kepala daerah, tim sukses, dimasukkan di sana, datang jam 8 pulang jam 10. Jadi beban (APBD),” kata Tito dalam rapat Komisi II DPR, Senin (8/6/2026). 

Ke depannya, pemerintah bakal melarang kepala wilayah merekrut tenaga honorer baru alias moratorium tenaga honorer. Tujuannya agar tak lagi nenambah beban APBD.

“Opsinya adalah mengurangi pegawai alias menahan pegawai. Artinya tidak ada rekrutmen baru, apalagi tenaga honorer. Honorer sudah dimoratorium. Ini minta betul untuk seluruh kepala daerah, kudu tegas tidak ada tenaga honorer baru,” kata Tito. 

Tito menyoroti jumlah tenaga non-ASN menumpuk dan belakangan memunculkan tuntutan agar mereka diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) alias aparatur sipil negara (ASN). Sehingga menambah besar beban APBD.

“Tolong jangan ada lagi penambahan honorer lantaran bakal menjadi beban biaya shopping pegawai dan menjadi beban kepala wilayah berikutnya, peledak waktu,” ucapnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita