Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan sekitar 30 persen peserta Program Magang Nasional telah memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan program tersebut.
Menurut dia, capaian itu menunjukkan program magang mulai bisa menjembatani kebutuhan bumi upaya dengan pencari kerja.
“Tahun lampau sekitar 30 persen (diterima bekerja),” kata Yassierli saat ditemui di Majalengka, Jawa Barat, Jumat (26/6).
Yassierli menyebut sektor finansial menjadi penyerap terbesar lulusan Program Magang Nasional nan memperoleh penawaran kerja.
Selanjutnya disusul sektor perdagangan besar, industri pengolahan, kesehatan, teknologi info dan komunikasi, jasa administrasi, serta akomodasi.
Program Magang Nasional 2025 (MagangHub) sukses menjaring 102,6 ribu peserta dari total 370,5 ribu pendaftar. Para peserta ditempatkan di 8.048 perusahaan dan lembaga pemerintah di beragam daerah.
Selama mengikuti program, peserta memperoleh duit saku setara bayaran minimum, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), pendampingan mentor, hingga kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Berdasarkan survei terhadap 65.245 peserta, sebanyak 84,26 persen menyatakan puas alias sangat puas terhadap penyelenggaraan Program Magang Nasional. Sementara itu, 67,13 persen responden menilai program tersebut membantu alias sangat membantu kondisi ekonomi peserta maupun keluarganya.
Dari sisi perusahaan, survei terhadap 7.217 perusahaan dan lembaga penyelenggara menunjukkan 84,13 persen menyatakan puas alias sangat puas terhadap kontribusi peserta magang.
Menurut Yassierli, program tersebut juga bisa meningkatkan kompetensi peserta. Berdasarkan penilaian terhadap 22.297 mentor, sekitar 65,55 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi teknis nan signifikan selama mengikuti program magang.
Berdasarkan penilaian 22.297 mentor, sebanyak 65,55 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi teknis nan signifikan selama mengikuti program. Penilaian juga menunjukkan peningkatan keahlian komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, adaptabilitas, hingga keahlian teknis sesuai bagian pekerjaan.
Selain keahlian teknis, peserta juga dinilai mengalami peningkatan keahlian komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, hingga adaptabilitas di lingkungan kerja.
"Rata-rata skor kompetensi peserta meningkat dari 3,77 menjadi 4,19 berasas penilaian peserta, serta dari 3,33 menjadi 3,66 berasas penilaian mentor," ujarnya.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor finansial menjadi penyerap terbesar peserta magang nan memperoleh penawaran kerja, diikuti sektor perdagangan besar dan industri pengolahan. Sektor kesehatan, teknologi info dan komunikasi, jasa administrasi, serta akomodasi juga aktif merekrut lulusan program magang.
"Ini sekaligus sebagai janji kami dari Kementerian Ketenagakerjaan secara transparan menyampaikan hasil evaluasi. Ini sudah dari 85 persen info peserta magang," ucap Yassierli.
Pemerintah bakal melanjutkan Program Magang Nasional pada semester II 2026 sebagai bagian dari stimulus untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,26 triliun, terdiri atas Rp 4,14 triliun untuk Program Magang Nasional bagi 150 ribu peserta dan Rp 2,12 triliun untuk training vokasi.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·