Tempat penyimpanan kotak bunyi untuk pemilihan personil Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) terlihat disiapkan di salah satu perspektif arena Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), tepatnya di Ponpes Putri Al Muhajirin I Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Pantauan kumparan Sabtu (29/8), sebuah ruangan di kompleks arena Muktamar diberi tanda unik bertuliskan "Tempat Penyimpanan Kotak Suara AHWA" Kotak bunyi tersebut nantinya berangkaian dengan proses pemilihan sembilan personil AHWA.
AHWA merupakan sistem nan digunakan dalam pemilihan Rais Aam PBNU. Dalam sistem tersebut, personil AHWA dipilih terlebih dulu melalui bunyi dari PWNU dan PCNU. Sembilan ustadz dengan bunyi terbanyak kemudian menjadi personil AHWA nan selanjutnya menentukan Rais Aam.
Sejumlah petugas keamanan dan panitia tampak berjaga di sekitar lokasi. Area kompleks Muktamar juga terlihat dipadati aktivitas para muktamirin nan mengikuti rangkaian persidangan.
Sebelumnya, Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul memperkirakan sejumlah ustadz nan sebelumnya menjadi personil AHWA berkesempatan kembali terpilih.
Gus Ipul menyebut di antaranya Kiai Huda Djazuli dan Kiai Miftachul Akhyar.
Namun, dia menegaskan nama-nama tersebut tetap sebatas perkiraan lantaran personil AHWA tetap ditentukan berasas bunyi dari PWNU dan PCNU.
Nanti semuanya kan tentu dipilih sembilan orang bunyi terbanyak. Itulah nan kelak bakal menentukan siapa Rais Aam-nya," kata Gus Ipul.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·