149 Student-Athlete Bersaing di Campus League Badminton Semarang

Sedang Trending 47 menit yang lalu
Muhammad Agil Firmansyah nan memperkuat Universitas Terbuka Semarang meraih ranking tiga dari kategori tunggal putra perorangan di Campus League Badminton Regional Semarang 2026 nan berjalan di Polytron Stadium, Jumat (28/8/2026). Foto: Campus League

Musim perdana Campus League Badminton Regional Semarang bergulir pada 26 hingga 29 Agustus 2026 di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro, Semarang. Kompetisi ini mempertandingkan kategori perorangan dan beregu untuk putra maupun putri dengan support penuh dari Polytron.

Sebanyak 149 student-athlete dari 17 perguruan tinggi bersaing meraih gelar tertinggi. Peserta tidak hanya berasal dari Semarang, tetapi juga Yogyakarta, Surabaya, Surakarta, Purwokerto, hingga Makassar.

Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Akhmad Khafidz Basri Yusuf, mengapresiasi bergulirnya Campus League Badminton Regional Semarang. Menurutnya, kehadiran bulu tangkis di Campus League dapat memberikan semangat baru bagi kejuaraan bulu tangkis Indonesia, khususnya di tingkat perguruan tinggi.

“Pertama-tama saya atas nama Pengprov PBSI Jawa Tengah mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara Campus League, lantaran ini baru pertama kali diadakan di Jawa Tengah. Kami berambisi arena ini bisa menjadi pintu masuk untuk menjalin hubungan nan lebih kuat antara PBSI dengan universitas. Sehingga nantinya dengan adanya Campus League ini, program pembinaan bulutangkis di tingkat universitas dapat lebih ditingkatkan,” kata Basri Yusuf saat bertemu pers di sela jalannya kompetisi, pada Jumat (28/8).

Muhammad Agil Firmansyah nan memperkuat Universitas Terbuka Semarang meraih ranking tiga dari kategori tunggal putra perorangan di Campus League Badminton Regional Semarang 2026 nan berjalan di Polytron Stadium, Jumat (28/8/2026). Foto: Campus League

Campus League Badminton Regional Semarang juga menerapkan sistem skor terbaru dari Badminton World Federation (BWF). Kategori perseorangan menggunakan format best of three games hingga 15 poin (15x3), sedangkan kategori beregu menggunakan best of three sets dengan sistem relay point dan sasaran 55 poin kumulatif.

“Penerapan sistem baru ini memberikan akibat besar ke pola permainan, strategi, dan pembinaan atlet. Sistem ini menuntut pemain untuk langsung tampil dengan intensitas tinggi sejak awal pertandingan, tanpa banyak ruang agar bisa membaca permainan musuh seperti di format poin sebelumnya. Atlet dengan karakter menyerang bakal lebih diuntungkan dalam sistem ini. Selain itu, perubahan skor juga menuntut kesiapan bentuk nan lebih spesifik, terutama aspek power, ledakan gerak, akurasi, dan kapabilitas anaerobik nan mendukung permainan sigap dan agresif,” sebut Basri.

Pada Jumat (28/8), kejuaraan memainkan perebutan ranking tiga kategori perorangan. Muhammad Agil Firmansyah (Universitas Terbuka) meraih ranking tiga tunggal putra, sedangkan Natiqotul Wardah Filkaromah (UIN Sunan Ampel) menjadi ranking tiga tunggal putri.

Sejumlah tindakan para atlet kategori dobel putra, dobel putri, dan dobel campuran pada Campus League Badminton Regional Semarang 2026 nan berjalan di Polytron Stadium, Jumat (28/8/2026). Foto: Campus League

Peringkat tiga dobel putra diraih Labib Aflah Mubarok/Mochamad Viko Mahardika dan dobel putri Neila Nur Khlaidazia Rakhma/Zahroh Nani Elvany, keduanya dari UIN Sunan Ampel. Labib Aflah Mubarok/Zahroh Nani Elvany juga meraih ranking tiga dobel campuran. Sementara Muhammad Amir Al-Amin/Kimi Rafael Lazarro/R A Feila Ayu Nailah menjadi ranking tiga kategori 3 vs 3.

Agil mengakui persaingan di level kampus tergolong kompetitif. Penerapan sistem skor terbaru BWF juga membikin pemain kudu lebih sigap bereaksi.

“Walaupun Badminton Campus League baru diselenggarakan tahun ini, tapi level persaingannya sudah sangat tinggi. Tadi di perebutan ranking ketiga saja saya sempat mengalami kesulitan di gim kedua sebelum bisa kembali konsentrasi dan memastikan kemenangan. Sistem skor baru juga memberikan banyak pengaruh ke permainan. Kalau nan saya lihat di skor baru ini lebih ke eksplosifnya dibandingkan fisiknya. Lebih terasa pressure, kesalahan sedikit saja itu bisa mengubah segalanya,” kata Agil nan berstatus student-athlete Universitas Terbuka Semarang ini.

Di kategori beregu, pertandingan Jumat (28/8) berjalan dari babak penyisihan grup hingga semifinal. Universitas Islam Indonesia (UII) berjumpa Universitas Sebelas Maret (UNS), sedangkan Universitas Negeri Semarang (UNNES) melawan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Keempat tim bersaing memperebutkan dua tiket final nan dimainkan Sabtu (29/8).

Selain titel juara Regional Semarang, peserta juga memperebutkan tiket menuju The Nationals. Empat tim semifinalis kategori beregu dipastikan lolos, sedangkan kategori perorangan meloloskan delapan pemain, pasangan, alias triple terbaik. The Nationals bakal dihelat di Bandung pada September mendatang.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan