Jakarta, CNN Indonesia --
Geliat toleransi antarumat berakidah mewarnai pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 27-31 Agustus 2026.
Sejumlah komponen masyarakat lintas kepercayaan secara sukarela bersinergi untuk menyediakan akomodasi penginapan berupa rumah singgah cuma-cuma bagi para muktamirin nan datang dari beragam wilayah di Indonesia.
Kolaborasi kemanusiaan ini dimotori oleh Jaringan NU Kultural (JANUR) Jombang berbareng sejumlah gereja setempat, ialah GKJW Jombang, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jombang, dan Badan Kerja Sama Antar Gereja (BAMAG) Jombang, serta Klenteng Gudo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu gereja nan membuka rumah singgah cuma-cuma bagi peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) ini adalah Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Jombang, Kaliwungu.
Perwakilan Anggota Majelis Jemaat GKJW Jemaat Jombang, Achmad Soleh, nan berkawan disapa Kung Soleh mengatakan, keterbukaan menerima muktamirin untuk menginap bukan perihal baru bagi gerejanya. Ia menyebut GKJW pernah melakukan perihal serupa saat Muktamar NU digelar di Jombang pada 2015.
Ia menjelaskan kedekatan GKJW dengan NU telah terjalin sejak sebelum kemerdekaan, saat kebanyakan penduduk Desa Bongsorejo nan berada tak jauh dari Pondok Pesantren Tebuireng merupakan jemaat GKJW.
Sejak saat itu, jemaat GKJW dan penduduk NU di sekitar Tebuireng hidup berdampingan dengan baik dan penuh toleransi. Ia juga turut menyinggung sosok mendiang KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur nan pernah mengajar di lingkungan GKJW.
"Yang jelas, pertama kita ada hubungan emosional dengan teman-teman Islam, dan khususnya NU, itu memang GKJW ada satu kedekatan," kata Kung Soleh, kepada CNNIndonesia.com.
Untuk Muktamar tahun ini, Kung Soleh menyebut GKJW menyiapkan tempat menginap berupa ruangan ber-AC nan disertai dengan kasur busa, bantal, hingga bilik mandi memadai. Mereka juga menyediakan tempat untuk ibadah salat.
Ia menyebut para penginap nan datang ke gerejanya berasal dari beragam wilayah dengan latar belakang nan beragam. Mulai dari peserta muktamar, aktivis NU, akademisi, hingga jurnalis
Salah satu gereja nan membuka rumah singgah cuma-cuma bagi peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) ini adalah Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Jombang, Kaliwungu. (CNN Indonesia/Farid Rahman)
"Ada dari Manado, itu Wakil PCNU Manado. Juga ada nan dari Kebumen. Beliau ada nan dosen, ada nan Ansor, dan ada nan peneliti dari tiga orang itu. Juga wartawan dari Surabaya, termasuk jenengan semua ini kita tampung di sini," katanya.
Kung Soleh menuturkan respons dari internal jemaat maupun ketua sinode GKJW terhadap inisiatif ini positif. Ia menyebut Ketua Majelis Agung GKJW turut menyampaikan apresiasi usai menghadiri pembukaan Muktamar.
"Ya responsnya baguslah. Bahkan kemarin itu kan Ketua Majelis Agung jadi di sini itu induk sinodenya itu namanya Majelis Agung dan tempatnya di Malang, kemarin kan juga dapat undangan untuk pembukaan. Dan ketika saat itu setelah selesai juga mampir ke sini, beliau juga sangat bersyukur, beliau sangat berterima kasih lantaran Jombang ya paling tidak bisa menyediakan sesuatu nan baik," ujar Kung Soleh.
Ia pun turut menyampaikan pesan soal kerukunan dan toleransi antarumat berakidah di Jombang, nan menurutnya telah dikenal sebagai wilayah dengan predikat kota toleransi.
"Karena Jombang ini merupakan wilayah alias kabupaten nan sudah diakui bahwa Jombang itu mempunyai predikat kota toleransi se-Asia Tenggara," kata dia.
Ia menambahkan harapannya agar hasil Muktamar ke-35 ini turut melahirkan keputusan nan membawa kedamaian dan mempererat kerukunan antarumat beragama.
"Tentu kami punya satu pengharapan gimana kelak hasil dari Muktamar ini paling tidak menelurkan satu keputusan-keputusan nan pertama menjadikan tenteram sejahtera bagi umat. nan kedua juga menjadikan kita bakal semakin memupuk kebersamaan, kerukunan dengan sesama kita," tuturnya.
Koordinator JANUR Jombang, Aan Anshori, menyampaikan inisiatif rumah singgah lintas ketaatan ini lahir dari semangat keterbukaan dan kepedulian antarumat berakidah di Jombang.
"Upaya ini merupakan corak kontribusi nyata organisasi gereja di Jombang untuk memberikan kemudahan bagi siapa saja nan berkemauan baik menyukseskan Muktamar NU ke-35," kata Aan.
Berdasarkan info nan dihimpun JANUR Jombang, hingga saat ini tercatat 47 muktamirin telah menempati tiga rumah singgah cuma-cuma tersebut.
Mereka berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Barat, NTB, dan Kalimantan Tengah, dengan latar belakang mulai dari Banser, Muslimat, jurnalis, aktivis, hingga akademisi.
Para peserta menempati tiga lokasi, ialah Guest House GKJW Jombang, Pastori GKI Jombang, dan Guest House BAMAG di Dusun Weru, Desa Mojongapit.
Ia menegaskan aktivitas berbareng tersebut menjadi gambaran semangat kebangsaan nan memperkuat posisi Jombang sebagai wilayah nan toleran.
"Gerakan berbareng ini menjadi gambaran nyata dari semangat kebangsaan nan menegaskan posisi Jombang sebagai Kota Santri sekaligus Kota Toleransi," kata Aan.
Salah satu peserta muktamar nan menginap di GKJW Jombang, Arhanuddin Salim, mengaku sengaja memilih untuk tinggal di rumah singgah milik gereja tersebut selama mengikuti Muktamar.
Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Manado nan juga menjabat sebagai Dosen IAIN Manado itu menyebut keputusannya didasari kedekatannya dengan organisasi lintas ketaatan di wilayah asalnya.
"Saya penggiat lintas ketaatan ya di Manado. Kebetulan kami juga ada jejaring lintas agama, lintas ketaatan di Manado, jadi saya sudah biasa dengan gereja," kata Arhanuddin.
Ia mengatakan sambutan nan diterimanya dari pengelola guest house GKJW sejak awal berkomunikasi hingga kedatangannya di Jombang berjalan baik. Arhan pun turut menceritakan akomodasi nan disediakan di guest house GKJW Jombang selama dia menginap.
"Ada spanduk 'Selamat Datang' gitu. Itu luar biasa menurut saya, dan ya dengan adanya akomodasi seperti ini menurut saya sangat membantu ya sebenarnya, bagi kami nan jauh dari Jombang, terutama nan dari Sulawesi," ucapnya.
(frd/har)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·