Kebijakan work from home (WFH) bagi para aparatur sipil negara (ASN) secara perdana diterapkan mulai hari ini, Jumat (10/4), tidak terkecuali di instansi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Pantauan kumparan pada siang hari ini, sekitar pukul 12.30 WIB, area Gedung Chairul Saleh Kementerian ESDM meliputi lobby, selasar Ruang Sarulla, hingga Mushola terlihat cukup lengang meskipun terdapat momentum Salat Jumat dan rehat makan siang.
Usai Salat Jumat selesai, para tenaga kerja Kementerian ESDM terpantau mulai memadati kantin. Kendati begitu, keramaian saat rehat tersebut tidak sepadat seperti hari Jumat pada biasanya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membenarkan bahwa kebijakan WFH sudah mulai diterapkan di kementerian nan dipimpinnya. Hanya saja, dia menyebut bahwa WFH tidak bertindak bagi ASN Eselon 1 dan Eselon 2.
"Sesuai dengan patokan kan. Eselon 1-2 full di kantor, sebagian nan di bawah itu WFH, sebagian tapi ya," ungkapnya saat ditemui awak media, Jumat (10/4).
Kantor Menkeu Purbaya
Sementara itu, kumparan juga memantau kondisi instansi Kemenkeu. Sekitar pukul 13.30 WIB, instansi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tersebut jauh lebih lengang daripada instansi Bahlil.
Meskipun tetap jam rehat makan siang, seluruh area instansi Kemenkeu terlihat sangat sepi, mulai dari parkiran motor dan mobil, lobby, hingga jalan-jalan setapak di depan dan belakang Gedung Djuanda hanya terlihat segelintir tenaga kerja berlalu-lalang.
Seorang petugas keamanan Kemenkeu, Naufal, mengatakan bahwa hingga siang hari ini para ketua Kemenkeu belum terlihat memasuki instansi dan hanya ada segelintir ASN nan masuk.
"Mulai hari (sudah WFH). Lebih sunyi hari ini, bisa dihitung beberapa orang saja nan masuk, 10-20 persen lah berasa bedanya," ungkapnya.
Naufal menyebut bahwa tidak ada peraturan eselon 1 alias 2 saja nan tidak melaksanakan WFH, dan berjuntai pada kebijakan masing-masing unit. Namun, dia menyebut bahwa tenaga kerja nan masuk paling banyak merupakan non ASN.
"Paling tergantung, ada nan masuk juga dari eselon, dari bawah juga ada, tapi jika atas dari tadi belum ada nan masuk. Kalau dibandingkan hari-hari biasa sepi, itu juga lebih banyak nan dari pihak ketiganya sih jika nan masuk, seperti tenaga kelistrikan, security sama training," jelas Naufal.
Sebelumnya, Pemerintah melakukan beragam langkah mengenai penghematan daya nan terjadi akibat perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Langkah tersebut meliputi menahan nilai BBM agar tak naik sampai menerapkan work from home (WFH) terhadap para aparatur sipil negara (ASN).
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan WFH bakal dilakukan selama satu kali dalam seminggu, ialah setiap hari Jumat. Hal itu diterapkan dalam rangka efisiensi untuk menghadapi dinamika geopolitik.
"Penerapan work form home bagi ASN, aparatur sipil negara, di lembaga pusat dan wilayah nan dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu, ialah setiap hari Jumat," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Nantinya, WFH bagi ASN bakal diatur melalui Surat Edaran MenPANRB dan Surat Edaran Mendagri. Nantinya, WFH juga bakal dievaluasi setelah 2 bulan penerapan.
Ia menilai hari Jumat mempunyai beban kerja nan relatif lebih ringan dibandingkan hari kerja lainnya. Meski kebijakan WFH diterapkan, Airlangga memastikan pelayanan publik tetap melangkah normal.
“Mengapa dipilih Jumat? Karena memang sebagian sudah beberapa kementerian sudah melaksanakan itu, kerja empat hari dalam satu minggu dengan aplikasi. Ini pasca-dari COVID kemarin,” ujarnya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·