Obat Flu Tamiflu Ternyata Bisa Lindungi Otak dari Stroke

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Obat Flu Tamiflu Ternyata Bisa Lindungi Otak dari Stroke Ilustrasi(Magnific)

SEBUAH temuan mengejutkan datang dari bumi medis. Obat flu nan sudah sangat terkenal dan umum digunakan di seluruh dunia, Tamiflu (oseltamivir), rupanya berpotensi mempunyai kegunaan lain nan tidak pernah diduga sebelumnya oleh para dokter, ialah melindungi otak dari kerusakan parah akibat stroke.

Penelitian mutakhir nan dipimpin oleh Dr. Shayan Amiri dari University of Manitoba, Kanada, menunjukkan bahwa oseltamivir dapat membatasi kerusakan jaringan otak dan membantu memulihkan kegunaan motorik setelah terjadinya stroke iskemik, jenis stroke nan paling umum, nan disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran darah ke otak.

Selama ini, pilihan pengobatan untuk stroke iskemik sangat terbatas dan berpacu dengan waktu. Obat penghancur sumbatan nan ada saat ini kudu diberikan dalam waktu 4,5 jam setelah indikasi pertama muncul agar efektif. Jika lewat dari jendela waktu tersebut, akibat kerusakan otak permanen bakal meningkat tajam.

Dalam studi ini, para peneliti menemukan oseltamivir bekerja dengan langkah menghalang enzim nan disebut neuraminidase (NEU). Di dalam tubuh manusia, enzim NEU1, NEU3, dan NEU4 ditemukan di area otak nan terdampak stroke. Enzim-enzim ini memicu respons imun nan menyebabkan peradangan parah, sehingga memperburuk kerusakan sel saraf setelah pasokan darah terputus.

Ketika oseltamivir disuntikkan ke model hewan pasca-stroke, obat ini sukses memblokir enzim-enzim tersebut, mengurangi peradangan secara signifikan, dan memperkecil ukuran area otak nan rusak. Hasilnya, kegunaan motorik pada subjek uji coba mengalami pemulihan nan jauh lebih baik.

"Studi kami menyoroti potensi reposisi oseltamivir sebagai terapi pendamping untuk stroke iskemik," ujar Dr. Amiri.

Ia juga menambahkan penemuan ini membuka jalan baru dalam bumi pengobatan. "Temuan ini membuka jalur terapeutik baru untuk mempelajari peran enzim neuraminidase dalam cedera otak akibat stroke dan dapat mengarah pada strategi pengobatan baru nan sangat dibutuhkan bagi pasien stroke."

Meskipun hasil penelitian pada model laboratorium ini menunjukkan potensi nan sangat menjanjinkan, para intelektual menekankan bahwa uji klinis pada manusia tetap sangat diperlukan. Langkah ini krusial untuk memastikan apakah pengaruh perlindungan otak dari Tamiflu ini juga kondusif dan efektif jika diterapkan langsung pada pasien stroke di bumi nyata. (Earth/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia