Media Italia Akui Absennya Jay Idzes Buat Lini Belakang Sassuolo Kesulitan!

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Media Italia Akui Absennya Jay Idzes Buat Lini Belakang Sassuolo Kesulitan!

Pemain Sassuolo, Jay Idzes. (Foto: Instagram/jayidzes)

ABSENNYA bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, terbukti memberikan akibat jelek nan sangat signifikan bagi ketangguhan lini belakang Sassuolo. Media asal Italia, SassuoloNews, menyoroti penurunan performa lini pertahanan klub berjuluk Neroverdi tersebut sejak ditinggal sang bek utama akibat cedera.

Idzes dinilai sebagai sosok pemimpin sejati di lini belakang nan mempunyai kelebihan dalam membaca arah permainan. Tanpa kehadiran bek berumur 26 tahun tersebut, tembok pertahanan Sassuolo kehilangan stabilitas dan keteraturan dalam menggalang lini pertahanan.

Dampak kerapuhan tersebut terlihat jelas dari catatan hasil jelek nan diraih tim didikan Alberto Aquilani. Dalam tiga pertandingan berturut-turut sejak Idzes mengalami cedera, Sassuolo sama sekali kandas memetik kemenangan.

Rangkaian hasil negatif tersebut diawali saat Sassuolo takluk 1-2 dari Monza, disusul hasil seri 1-1 kontra AC Milan, dan teranyar dikandaskan Frosinone dengan skor mencolok 2-4. Lini belakang mereka tampak sangat rentan dan dengan mudah ditembus oleh lawan.

Jay Idzes bersiap jelang laga Sassuolo vs Juventus TimnasXtra Jay Idzes bersiap jelang laga Sassuolo vs Juventus TimnasXtra

1. Terpuruk di Frosinone

Kekalahan 2-4 dari Frosinone menjadi puncak kerapuhan lini belakang Sassuolo tanpa kehadiran duet bek utamanya. Pasangan bek tengah pengganti, Duje Caleta-Car dan Cas Odenthal, tampil sangat jelek dan melakukan deretan kesalahan fatal sepanjang laga.

Odenthal terlibat dalam proses gol kedua Frosinone akibat miskomunikasi dengan kiper Arijanet Muric nan dimanfaatkan oleh Antonio Raimondo. Sementara itu, Caleta-Car melakukan blunder berat lewat sundulan backpass nan terlalu lemah sehingga membikin Muric kembali dalam posisi sulit.

Secara keseluruhan, koordinasi antara kiper dan duet bek tengah pengganti tersebut tampak sama sekali belum tersinkronisasi. Mereka terlihat kesulitan dalam mengatur jarak, membaca pergerakan musuh, serta mengantisipasi bola-bola liar di area penalti.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑