Jakarta -
Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono terpilih sebagai Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Masa Jihad 2026-2031 dalam Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam (SI) di Surabaya, Senin (19/10).
Ferry menggantikan Hamdan Zoelva nan sebelumnya memimpin organisasi tersebut dan saat ini ditetapkan menjadi Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam.
Ferry menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan amanah nan diberikan personil SI kepadanya untuk memimpin organisasi lima tahun ke depan. Meski tantangan dan ujian sebagai Presiden tidak ringan, namun Ferry berkeinginan bakal mengemban amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab dan siap memperkuat SI sebagai perangkat perjuangan dakwah ekonomi untuk kemerdekaan sejati, mendorong kesejahteraan dan kemandirian ekonomi umat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berkeyakinan, ujian itu tentu bakal bisa dihadapi. Haqqul yaqin! Karena saya tentu tidak sendirian. Saya, berkeyakinan bakal bisa menghadapi apa-apa nan kudu dikerjakan dan diwujudkan dalam konteks SI, lantaran saya didampingi oleh Saudara-saudara semua nan datang di majelis ini," kata Ferry dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Ia menyatakan bahwa seluruh program-program nan telah dijalankan pada periode sebelumnya bakal dilanjutkan dan bakal terus diperjuangkan agar ada peningkatan kapabilitas dan kualitasnya. Dengan begitu keberadaan SI bakal semakin banyak mendatangkan faedah bagi masyarakat/umat.
Menurutnya, besarnya antusiasme masyarakat dalam Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 menunjukkan SI mempunyai modal kuat untuk kembali menjadi salah satu kekuatan dalam pemberdayaan umat.
"Kita bakal melanjutkan kerja-kerja konkret dari apa nan telah dicanangkan dan dilaksanakan selama satu dasawarsa di bawah kepemimpinan Bapak Hamdan Zoelva. Saya membujuk semua untuk berkhidmat agar lebih antusias lagi bahu-membahu menguatkan barisan melalui amal-amal nyata dalam memberdayakan Dakwah Ekonomi," tegasnya.
"Kami bakal aktifkan seluruh bagian untuk membebaskan masyarakat dari jeratan pinjaman ilegal, memberikan support pangan, serta menyelesaikan masalah penduduk nan miskin," sambungnya.
Misi Dakwah Ekonomi nan menjadi salah satu agenda prioritas SI bakal terus dilanjutkan dan dioptimalkan implementasinya. Hal ini sejalan dengan program strategis nasional ialah Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) nan bakal menjadi instrumen pemerataan dan peningkatan ekonomi masyarakat hingga ke pelosok desa.
Sebagai Menkop, Ferry bakal berupaya mensinergikan antara perjuangan SI dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) lantaran mempunyai tujuan nan sama ialah pembangunan ekonomi umat. Ia meyakini dengan melibatkan banyak pihak terutama para kader dan personil SI di seluruh wilayah di Indonesia, program KDKMP bakal dapat melangkah dengan baik dan optimal.
"Konsep hadirnya SI ini bukan sekadar mengurus perdagangan, melainkan pemaknaan ulang tentang keadilan, keberkahan, dan solidaritas dalam menghadapi kapitalisme kolonial. Dengan kata lain, SI memperkenalkan logika baru ialah ekonomi sebagai wahana dakwah sekaligus instrumen nasionalisme," ucapnya.
Selain itu, dia meyakini dengan menyatukan kekuatan dari beragam kalangan terutama dari jamaah SI, seluruh program kerja organisasi dapat direalisasikan dengan lebih mudah. Ferry juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dari peserta Kongres SI Ke-42 nan telah mengamanahkan kepemimpinan kepadanya.
Ke depan, di bawah kepemimpinan Ferry diharapkan membawa SI semakin aktif menggerakkan dakwah ekonomi sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat. Gerakan koperasi, kewirausahaan umat, ekonomi syariah, serta kerjasama dengan beragam organisasi bakal menjadi bagian dari upaya SI mendorong kesejahteraan dan kemandirian ekonomi umat.
Sebagai perseorangan maupun sebagai Menkop, Ferry berambisi support dan angan dari para peserta Kongres agar seluruh cita-cita besar dari Founding Fathers SI dapat diwujudkan di era kepemimpinannya.
Tak lupa dia juga mempersilahkan kepada seluruh personil SI untuk mengingatkan dan meluruskan ketika langkah organisasi SI menyimpang dari kaidah-kaidah nan telah ditetapkan dari para pendahulu.
"Saya apa adanya, maka ingatkan saya ketika saya salah alias keliru. Mari bersama-sama kita bangun bangun pergerakan kebangsaan nan menjadi modal besar kehidupan masyarakat bangsa Indonesia ini dengan sebaik-baiknya dengan langkah pandang nan unik milik kita berdasarkan sebersih-bersih Tauhid, pengetahuan pengetahuan, dan siyasah," pungkasnya.
(akn/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·