Rohman Wibowo
, Jurnalis-Jum'at, 08 Mei 2026 |16:37 WIB

MBG Hasilkan 6 Juta Liter Minyak Jelantah, Berpotensi Jadi Energi Hijau (Foto: BGN)
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) dan PT Pertamina (Persero) menggarap kerja sama pengolahan minyak jelantah hasil operasional ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di beragam daerah. Kerja sama ini digadang-gadang membuka kesempatan besar dalam mendukung pengembangan daya hijau dan ekonomi sirkular nasional.
Kepala BGN Dadan Hindayana, menekankan soal setiap SPPG rata-rata menggunakan sekitar 800 liter minyak goreng setiap bulan dan sebagian besar bakal berubah menjadi minyak jelantah, sehingga, kerja sama nan disepakati dengan Pertamina pada Kamis (7/5) kemarin, bakal menjadi dobrakan besar dalam pemanfaatan 'limbah' minyak ini.
“Dan nan di luar dugaan bagi saya, setiap SPPG ini menggunakan kurang lebih 800 liter minyak goreng setiap bulan. Di mana 70%-nya bakal berhujung menjadi minyak jelantah,” ujar Dadan dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Dadan memperkirakan bahwa setiap SPPG menghasilkan sekitar 500 hingga 590 liter minyak jelantah per bulan. Dengan jumlah SPPG nan sekarang mencapai sekitar 17.200 unit di Pulau Jawa, potensi minyak jelantah nan dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 6 juta liter setiap bulan.
“Jadi jika dikalikan 500 liter itu kurang lebih bakal ada sekitar 6 juta liter per bulan,” katanya.
Penggunaan minyak goreng di lingkungan SPPG juga dibatasi demi menjaga kualitas makanan nan diberikan kepada penerima faedah program MBG.
“Perlu diketahui bahwa di BGN minyak tidak boleh sering digunakan. Jadi maksimal rata-rata 3 kali goreng lampau menjadi minyak jelantah,” ujarnya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·