Masuk Raudhah Gratis, Jemaah Haji Harus Lapor Jika Ada yang Pungut Biaya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Kawasan Raudhah. Foto: Dok. MCH 2026

Akses untuk masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi tidak dipungut biaya namalain gratis. Jika ada pihak nan mengaku petugas dan meminta sejumlah uang, jemaah haji diminta untuk segera melapor ke petugas nan ada di sektor.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Khalilurrahman menjelaskan, fasilitasi kepada jemaah untuk masuk ke Raudhah merupakan salah satu jasa nan diberikan kepada jemaah. Sehingga setiap jemaah berkuasa untuk masuk ke Raudhah.

Teknisnya, bagi jemaah nan hendak masuk secara berkelompok bakal diakomodasi oleh pengarahan ibadah alias ketua kloter untuk diteruskan ke ketua sektor guna penjadwalan.

“Saya tegaskan bahwa masuk ke Raudhah itu gratis. Sehingga ketika ada pihak nan menawarkan jasa kemudian meminta sejumlah uang, segera laporkan ke kami alias nan ada di sektor unik Nabawi,” urainya, Selasa (28/4).

Berkunjung ke Raudhah 'Taman Surga' di Masjid Nabawi. Foto: Salmah Muslimah/kumparan

Menurutnya, marak penipuan alias orang nan tidak bertanggung jawab dan mengaku sebagai petugas kemudian meminta bayaran. Pihaknya tidak bakal memberikan toleransi atas pelanggaran tersebut. Termasuk bagi golongan pengarahan ibadah haji dan umrah nan mematok tarif masuk ke Raudhah.

Sementara itu, Kasi Bimbingan Ibadah Daker Madinah Efrilen Hafizh meminta jemaah haji Indonesia untuk tidak risau mengenai kesempatan beragama di Raudhah.

Pihaknya memastikan telah menyiapkan skema tasyreh (surat izin) nan dirancang unik untuk mengakomodasi seluruh jemaah agar dapat memasuki area nan dikenal sebagai taman surga tersebut.

“Tercatat ada 18.682 jemaah sudah mengantongi tasyreh. Artinya tetap ada sekitar 10.000 jemaah nan saat ini sedang dalam proses pengajuan agar segera mendapatkan agenda masuk,” jelasnya.

Berkunjung ke Raudhah 'Taman Surga' di Masjid Nabawi. Foto: Salmah Muslimah/kumparan

Untuk mengakses Raudhah, pihak Arab Saudi memang menerapkan patokan ketat. Akses hanya bisa menggunakan barcode nan bisa diperoleh melalui skema tasyreh untuk berkelompok, dan aplikasi Nusuk berbasis Android bagi nan mandiri.

Sebelumnya, kebijakan Pemerintah Arab Saudi sempat membatasi akses masuk Raudhah bagi jemaah dengan usia maksimal 41 tahun. Namun, melalui nota kesepahaman (MoU) dan negosiasi intensif, batas tersebut sukses dinaikkan.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan nota kesepahaman, pemisah usia maksimal dinaikkan menjadi 60 tahun. Untuk jemaah nan usianya di atas 60 tahun, tetap bakal kami akomodir melalui sistem khusus,” ujar Hafizh.

Untuk menyiasati keterbatasan kuota dan hambatan teknis bagi lansia, Daker Madinah menerapkan skema subsidi silang.

Mekanismenya, jemaah nan berumur di bawah 40 tahun alias nan mahir teknologi (melek digital) didorong untuk mendaftar secara berdikari melalui aplikasi Nusuk. Selanjutnya, barcode nan didapatkan oleh jemaah muda melalui aplikasi Nusuk bakal dijadikan referensi untuk melimpahkan pengajuan tasyreh resmi kepada jemaah nan berumur di atas 60 tahun.

Antre menuju Raudhah di Masjid Nabawi. Foto: Muhammad Iqbal/kumparan

Mekanisme subsidi silang itu pun tidak bakal menghilangkan kewenangan jemaah muda. Jemaah tetap bisa mendaftar berdikari via Nusuk kapan saja, selama proses pendaftaran dilakukan saat berada di area Masjid Nabawi.

Terkait teknis pelaksanaan, barcode tasyreh kolektif bakal dipegang oleh Sektor Khusus (Seksus) Nabawi. Kemudian petugas pengarahan ibadah di tiap sektor mengoordinasikan jemaah nan bakal masuk.

Sebagai contoh, jika satu tasyreh memuat kuota untuk 150 orang, maka sektor kudu memastikan 150 jemaah tersebut berkumpul terlebih dahulu.

“Jadi barcode tidak dibagikan secara bebas ke sektor. Hal ini dilakukan agar seluruh kuota nan tertera dalam tasyreh terisi penuh dan tidak ada kuota nan terbuang sia-sia saat pemeriksaan oleh petugas Masjid Nabawi di pintu menuju Raudhah,” ucapnya.

Raudhah adalah area di dalam Masjid Nabawi nan letaknya berada di antara makam Rasulullah SAW sampai mimbar Nabi. Raudhah juga tempat Rasulullah SAW memimpin salat, menerima wahyu, dan beribadah.

Secara bahasa, Raudhah diartikan sebagai taman surga. Istilahnya pernah disebutkan dalam sabda nan berbunyi:

“Di antara rumahku dan mimbarku, terletak sebuah raudah (taman) dari taman-taman surga. Mimbarku ada di atas telagaku.” (HR. Bukhari)

Tempat itu dinilai mustajab untuk berdoa. Tak heran, banyak jemaah antre ke Raudhah saat ke Masjid Nabawi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan