Masuk Digital, RI Perluas Akses Pasar Pariwsata

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Masuk Digital, RI Perluas Akses Pasar Pariwsata

Masuk Digital, RI Perluas Akses Pasar Pariwsata (Foto: Freepik)

JAKARTA - Dunia digital berkembang semakin pesat dengan beragam penemuan dan pemanfaatan nan semakin mempermudah kehidupan manusia, sehingga mendorong adanya kebiasaan baru nan memungkinkan efisiensi, kolaborasi, dan hubungan lintas pemisah di beragam bidang. 

Perkembangan ini perlu disokong dengan pembangunan prasarana pendukung nan memadai dan berkualitas. Salah satu aspek penyelenggaraan ekosistem digital adalah pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata. 

Pengembangan kapabilitas sumber daya manusia di wilayah dan penerapan program pemasaran pariwisata wilayah nan konkret menjadi perihal krusial nan dibutuhkan masyarakat. 

Pemanfaatan platform teknologi digital dapat menjadi sarana strategis bagi pelaku pariwisata dalam mempromosikan dan memasarkan potensi pariwisata. Selain itu, aspek pelayanan prima alias aspek hospitality kudu menjadi konsentrasi utama bagi pelaku pariwisata. Peluang tersebut semakin besar dengan berkembangnya Online Travel Agent (OTA) nan mengubah langkah visitor mencari dan membeli pengalaman perjalanan.

Perwakilan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Inneke Lady menekankan bahwa, di tengah perkembangan industri pariwisata nan semakin kompetitif, mempunyai destinasi nan menarik saja belum cukup. 

“Kita juga perlu memastikan bahwa potensi tersebut dikemas menjadi produk wisata nan menarik, mudah dibeli, mudah ditemukan, dan bisa menjangkau visitor dari beragam wilayah apalagi mancanegara. Salah satu kesempatan nan dapat kita manfaatkan adalah melalui Online Travel Agent alias OTA,” ujar Inneke dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Melalui OTA, lanjutnya, paket wisata nan sebelumnya mungkin hanya dikenal oleh masyarakat sekitar dapat dipasarkan secara lebih luas. Wisatawan dapat memperoleh info mengenai destinasi, aktivitas, harga, lama perjalanan, fasilitas, serta melakukan pemesanan secara lebih mudah melalui platform digital.

Oleh lantaran itu, training hari ini menjadi sangat penting. Kita tidak hanya belajar mengenai gimana membikin sebuah paket perjalanan, tetapi juga gimana mengubah potensi wisata menjadi produk nan mempunyai nilai jual dan siap dipasarkan melalui ekosistem digital.

Perubahan inilah nan tengah didorong di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemanfaatan teknologi digital diarahkan bukan sekadar untuk memperkenalkan destinasi, tetapi juga mengubah potensi wisata lokal menjadi produk nan mudah ditemukan, dipilih, dan dibeli wisatawan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com