Jakarta -
Bareskrim Polri membongkar dua sindikat gambling online (judol) nan terafiliasi dengan jaringan di Kamboja. Terkait kasus itu, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra mengimbau orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap penggunaan ponsel anak.
Hal ini disampaikan Wira menyusul terungkapnya modus deposit menggunakan pulsa dalam salah satu jaringan judol nan baru diringkus. Menurutnya, kemudahan akses ini sangat rawan menyasar anak-anak dan pelajar.
"Pada kesempatan nan baik ini, kami dari Bareskrim Polri mempunyai komitmen untuk melakukan penindakan terhadap praktik-praktik pertaruhan nan ada di Indonesia," kata Brigjen Wira Satya dalam bertemu pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wira meminta masyarakat agar lebih waspada. Dia menekankan peran krusial orang tua dalam memantau aktivitas digital anak-anak.
"Kemudian nan kedua, pada kesempatan nan baik ini juga kami menitipkan pesan moral kepada seluruh masyarakat Indonesia. Khususnya orang tua, para orang tua untuk bisa lebih teliti dalam mengawasi perilaku alias tingkah anak-anak kita," ujarnya.
Wira menjelaskan, dalam kasus pertama nan diungkap, polisi menangkap 9 orang sindikat internasional nan server situsnya berada di Kamboja. Sindikat tersebut menggunakan metode deposit via pulsa, nan sangat mudah diakses.
"Karena dengan hasil pengungkapan kita di kasus pertama di mana gambling ini bisa diakses dengan pulsa, maka tidak menutup kemungkinan anak-anak kita bisa terjerat alias mungkin apalagi bisa kecanduan dengan gambling online," jelas Wira.
Karena itu, dia mengimbau orang tua untuk tidak hanya memantau kuota internet, tetapi juga saldo pulsa nan ada di ponsel anak-anak mereka agar tidak disalahgunakan untuk aktivitas online.
"Oleh lantaran itu, kami berambisi bisa memberikan pengawasan terutama di dalam penggunaan pulsa terhadap anak daripada Bapak Ibu sekalian. Mungkin ini nan perlu kami sampaikan," pungkasnya.
Diketahui, selain membongkar sindikat modus pulsa, Bareskrim juga melakukan penindakan serentak di tiga markas gambling online di wilayah Tangerang. Dalam operasi kedua tersebut, sebanyak 14 orang tersangka diamankan.
(ond/lir)
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·